Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Rabies, atau yang populer dikenal sebagai penyakit anjing gila, tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat paling mematikan di Indonesia hingga tahun 2026. Berdasarkan data kesehatan terbaru, penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan memiliki tingkat fatalitas hampir 100% jika gejala klinis sudah muncul. Namun, rabies sepenuhnya dapat dicegah dengan penanganan pasca-paparan yang tepat.
Gejala rabies tidak muncul seketika, melainkan berkembang melalui beberapa tahapan seiring pergerakan virus menuju otak:
Penyebab utama rabies adalah virus dari genus Lyssavirus. Di Indonesia, sekitar 98% kasus penularan berasal dari anjing, sementara sisanya melibatkan kucing dan kera. Virus menular melalui air liur hewan terinfeksi yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka.
Langkah-langkah berikut wajib dilakukan sesaat setelah terpapar hewan penular rabies:
| Langkah | Tindakan Medis |
|---|---|
| 1. Pencucian Luka | Cuci luka dengan sabun di bawah air mengalir selama minimal 15 menit. |
| 2. Antiseptik | Beri cairan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70% pada luka. |
| 3. Vaksinasi (VAR) | Pemberian Vaksin Anti Rabies untuk membentuk kekebalan tubuh. |
| 4. Serum (SAR) | Diberikan pada kasus luka risiko tinggi untuk netralisasi virus secara cepat. |
Secara teori memungkinkan melalui transplantasi organ atau kontak cairan tubuh yang ekstrem, namun kasus penularan antar manusia sangat jarang terjadi.
Anjing yang terinfeksi rabies biasanya akan menunjukkan gejala klinis yang jelas dan mati dalam waktu 10 hingga 14 hari.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan "Rabies Center" di wilayah endemik. Pastikan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan ketersediaan stok VAR dan SAR.
Rabies adalah penyakit mematikan yang tidak boleh dianggap remeh. Kunci keselamatan utama adalah kecepatan dalam mencuci luka dan mendapatkan vaksinasi sebelum virus mencapai sistem saraf pusat. Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksinasi rutin setiap tahun untuk memutus rantai penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved