Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Penyakit Rabies: Gejala, Penyebab, dan Prosedur Pengobatan Terbaru 2026

Media Indonesia
24/2/2026 16:30
Penyakit Rabies: Gejala, Penyebab, dan Prosedur Pengobatan Terbaru 2026
virus rabies(cdc.gov)

 

Rabies, atau yang populer dikenal sebagai penyakit anjing gila, tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat paling mematikan di Indonesia hingga tahun 2026. Berdasarkan data kesehatan terbaru, penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan memiliki tingkat fatalitas hampir 100% jika gejala klinis sudah muncul. Namun, rabies sepenuhnya dapat dicegah dengan penanganan pasca-paparan yang tepat.

Gejala Rabies pada Manusia

Gejala rabies tidak muncul seketika, melainkan berkembang melalui beberapa tahapan seiring pergerakan virus menuju otak:

1. Tahap Awal (Prodromal)

  • Demam tinggi dan menggigil.
  • Nyeri kepala dan badan terasa sangat lemas.
  • Sensasi tidak biasa seperti kesemutan atau rasa terbakar di area bekas gigitan.

2. Tahap Neurologis Akut

  • Hidrofobia: Kejang otot tenggorokan saat melihat atau mencoba minum air.
  • Fotofobia dan Aerofobia: Sensitivitas berlebih terhadap cahaya dan embusan angin.
  • Produksi air liur berlebihan (hipersalivasi).
  • Perubahan perilaku menjadi agresif, gelisah, atau mengalami halusinasi.

Penyebab dan Media Penularan

Penyebab utama rabies adalah virus dari genus Lyssavirus. Di Indonesia, sekitar 98% kasus penularan berasal dari anjing, sementara sisanya melibatkan kucing dan kera. Virus menular melalui air liur hewan terinfeksi yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka.

Peringatan Penting: Jika Anda digigit hewan, jangan menunggu gejala muncul. Segera lakukan pertolongan pertama karena saat gejala muncul, bantuan medis sering kali sudah terlambat.

Prosedur Pertolongan Pertama dan Pengobatan

Langkah-langkah berikut wajib dilakukan sesaat setelah terpapar hewan penular rabies:

Langkah Tindakan Medis
1. Pencucian Luka Cuci luka dengan sabun di bawah air mengalir selama minimal 15 menit.
2. Antiseptik Beri cairan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol 70% pada luka.
3. Vaksinasi (VAR) Pemberian Vaksin Anti Rabies untuk membentuk kekebalan tubuh.
4. Serum (SAR) Diberikan pada kasus luka risiko tinggi untuk netralisasi virus secara cepat.

People Also Ask (FAQ)

Apakah rabies bisa menular antar manusia?

Secara teori memungkinkan melalui transplantasi organ atau kontak cairan tubuh yang ekstrem, namun kasus penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

Berapa lama anjing rabies akan mati?

Anjing yang terinfeksi rabies biasanya akan menunjukkan gejala klinis yang jelas dan mati dalam waktu 10 hingga 14 hari.

Apakah vaksin rabies tersedia di semua Puskesmas?

Pemerintah Indonesia telah menetapkan "Rabies Center" di wilayah endemik. Pastikan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan ketersediaan stok VAR dan SAR.

Kesimpulan

Rabies adalah penyakit mematikan yang tidak boleh dianggap remeh. Kunci keselamatan utama adalah kecepatan dalam mencuci luka dan mendapatkan vaksinasi sebelum virus mencapai sistem saraf pusat. Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksinasi rutin setiap tahun untuk memutus rantai penularan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya