Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Mahasiswi Unima Gantung Diri Diduga Korban Pelecehan, Tinggalkan Surat Laporan Tindak Pidana

Media Indonesia
02/1/2026 11:31
Mahasiswi Unima Gantung Diri Diduga Korban Pelecehan, Tinggalkan Surat Laporan Tindak Pidana
Ilustrasi.(freepik)

MAHASISWI Unima atau Universitas Negeri Manado berinisial EMM ditemukan tewas akibat bunuh diri di kamar kos miliknya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12). Dari isi surat yang beredar, ia diduga menjadi korban pelecehan seksual

Korban berinisial EMM itu menulis surat laporan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang dosen berinisial DM. Surat tersebut diunggah di akun Twitter (sekarang X) @_Banyoe, yang ditulis pada 16 Desember 2025 di Tomohon dengan tulisan tangan.

Surat laporan dugaan pelecehan seksual tersebut dilengkapi dengan identitas korban seperti nama lengkap, nomor mahasiswa, alamat surat elektronik, program studi dan fakultas. 

“Pada hari Jumat tanggal 12 Desember, sekitar jam satu siang mner DM chat ke saya, beliau bertanya kepada saya kalau saya bisa urut ke dia. Saya jawab 'tidak tau ba urut mner'. Mner bilang mner capek sekali. Dalam pikiran saya itu bukan hak saya untuk melayani dia seperti itu,” tulis EMM. 

EMM menulis bahwa pesan itu berupa permintaan yang membuatnya tidak nyaman. Dalam suratnya, EMM mengungkapkan bahwa ia sempat membagikan lokasi secara langsung kepada teman-temannya sebelum bertemu DM. Setibanya di area parkiran kampus, ia diminta untuk naik ke dalam mobil dosen tersebut. EMM menuturkan di dalam mobil, ia merasa takut, terutama saat diminta berpindah ke kursi depan.

“Mereka berdua bilang ke saya jangan pergi, tapi mner DM sudah mengalihkan pembicaraan menyangkut rekapan nilai, yang sebelumnya sudah saya selesaikan itu. Tapi karna saya pikir ada yang akan diubah, saya berpikir untuk pergi ke mner DM di depan parkiran mobil kampus Sebelum saya pergi tepatnya jam 14.20 saya sudah live location di grup WA saya dan teman saya. Setelah saya sampai di tempat parkir, beliau menyuruh saya untuk naik ke mobilnya,” tulis EMM. 

“Saya bilang ke teman saya jika HP saya tidak aktif live location kalian ikut saya naik indrive. Mobil sudah jalan samping pascasarjana beliau berhenti, beliau memaksa saya untuk duduk di depan, saya menolak perintah tersebut. Di situ saya mulai ragu dengan mner, saya takut diapa-apain sama beliau,” lanjut korban.

“15.03 saya sampai di Prodi Pasca di situ saya semakin benci sama mner, karena dengan perlakuannya tidak mencerminkan dia adalah dosen. Pada saat itu beliau berkata bahwa dia adalah dosen yang paling bahagia,” sebut EMM.

Kemudian pada 12 Desember 2025, ia menerima pesan DM yang mana sudah terhapus otomatis dan HPnya tidak memungkinkan untuk merekam. 

“Bukti chat pada tanggal 12 itu sudah terhapus karena chatnya pakai batas waktu dan sudah tidak sempat saya simpan dan ada yang sudah saya SS chat tanggal 16, saya tidak dapat merekam waktu di mobil karena hp saya baterainya sedikit. Saya takut kalau mati dan posisi hp saya jatuh,” papar korban.

“Dampak yang saya dapat adalah trauma dan ketakutan. Saya takut bila bertemu mner (dosen DM), saya malu jika ada mahasiswa yang melihat saya turun atau naik di mobilnya, akan jadi pembicaraan. Saya tertekan dengan masalah tersebut,” imbuh korban.

Kepolisian sedang mendalami kasus dugaan pelecehan seksual termasuk bunuh diri tersebut. Sementara itu, dosen yang dijadikan terlapor saat ini tengah dijatuhi pemberhentian sementara oleh pihak universitas. (H-4)

Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya