Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Keluarga Mahasiswi Unima yang Tewas Bunuh Diri Akibat Dugaan Pelecehan Seksual Lapor ke Polda Sulut

Lina Herlina
02/1/2026 13:23
Keluarga Mahasiswi Unima yang Tewas Bunuh Diri Akibat Dugaan Pelecehan Seksual Lapor ke Polda Sulut
Keluarga korban mahasiswi Unima yang diduga mendapat pelecehan seksual(Lina Herlina /MI)

Ayah EM, AM, mahasiswi Unima atau Universitas Negeri Manado yang meninggal dunia akibat bunuh diri dan diduga menjadi korban pelecehan seksual, menempuh jalur hukum.  Ayah korban melaporkan kasus ini  ke Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).

"Saya minta usut benar kasus ini sampai terungkap," desak AM

EM, 21, diketahui tewas di kamar kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (30/12). Di lokasi juga ditemukan surat laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang dosen. 

Dalam surat yang dibuat pada 16 Desember 2025, korban menulis identitasnya dengan lengkap seperti nomor mahasiswa, program studi, fakultas hingga alamat surat elektronik. Selain itu, ia juga  namun kemudian terungkap melaporkan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh dosennya, Danny A. Masinambow atau DM.

DM saat ini diberhentikan sementara oleh pihak universitas melalui keputusan rektor. 

EM mengaku mengalami pelecehan fisik pada 12 Desember 2025. Saat itu, ia diminta bertemu DM di parkiran mobil kampus dengan alasan membicarakan nilai. Namun, di dalam surat itu, disebutkan bahwa ia mendapat pelecehan seksual. 

EM juga menyebut dirinya trauma dan merasa takut ke kampus.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa, membenarkan telah menerima aduan lisan dari korban. Tetapi, ia mengatakan tak menerima surat pengaduan yang beredar di media sosial. Fakultas pun mengarahkan EM ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKPT) Unima.

Pada 22 Desember 2025 dibentuk tim oleh kampus. Dosen yang merupakan terlapor telah pada 31 Desember 2025. (H-4)

Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik