Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Istana Monitor Ketat Kasus Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo

M Ilham Ramadhan Avisena
29/12/2025 14:30
Istana Monitor Ketat Kasus Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.(Dok. Antara)

PEMERINTAH memantau secara intensif kecelakaan kapal wisata yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, penanganan cepat menjadi prioritas utama mengingat masih adanya korban yang belum ditemukan hingga saat ini.

Prasetyo menyampaikan, pemerintah langsung mengoordinasikan langkah lintas instansi untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat bergerak maksimal di lapangan.

"Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo, yang kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub, untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan-penanganan, karena menurut informasi terakhir korban masih belum ditemukan," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Menurutnya, koordinasi antara TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan unsur terkait lainnya menjadi kunci agar upaya pencarian dapat dilakukan secara efektif dan terpadu. Pemerintah berharap seluruh sumber daya yang ada dapat dikerahkan untuk memastikan keselamatan korban serta memberikan kepastian kepada keluarga penumpang.

Pemantauan langsung dari pemerintah pusat ini juga dimaksudkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan, sekaligus menjamin tidak ada hambatan dalam operasi pencarian. Penanganan cepat dinilai penting, mengingat kondisi perairan dan cuaca yang dapat memengaruhi proses pencarian dan penyelamatan.

Diketahui, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi tujuh dari total 11 penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/12) malam.

"Tim SAR gabungan setelah menerima informasi langsung menuju lokasi menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, saat dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu.

Dari tujuh korban yang sudah ditemukan, dua di antaranya merupakan wisatawan asing berkewarganegaraan Spanyol. Sementara lima orang lainnya terdiri atas seorang pemandu wisata dan empat kru kapal.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya