Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA orang tewas, termasuk seorang Camat dan seorang Bidan, setelah kapal motor yang mengangkut mereka dan sembilan penumpang lainnya terbalik diterpa gelombang dan hujan deras di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan. Kapal yang membawa tim relawan kesehatan dan petugas pemerintah itu tenggelam di antara pulau dalam perjalanan membawa bantuan.
Tragedi menerjang perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (27/12). Sebuah kapal motor bernama Dg. Nasru yang mengangkut 12 penumpang, terdiri dari petugas pemerintahan, tenaga kesehatan, dan relawan—terbalik dan tenggelam di antara Pulau Podangpodang dan Pulau Sarappo Lompo.
Tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yaitu Camat Liukang Tupabbiring Muhammad Fitri Mubarak, Bidan Puskesmas Sarappo Darma, serta Koordinator Lembaga Kemanusiaan Imran. Sementara sembilan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Berdasarkan laporan operasi SAR Pangkep, kapal berangkat dari Pelabuhan Pangkep sekitar pukul 08.40 WITA menuju Pulau Sarappo Caddi, membawa penumpang dan sejumlah bantuan. Malang, sekitar pukul 11.00-12.00 WITA, kapal dilaporkan terbalik.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan insiden ini dan menyebut cuaca buruk, hujan deras disertai angin kencang, diduga menjadi pemicu utama musibah. Seluruh korban telah dievakuasi ke Pulau Podangpodang dan Pulau Sarappo.
"Kapal itu mengangkut rombongan khusus, Tim LKC Sulsel (6 orang), petugas Puskesmas Sarappo dan Kecamatan Liukang Tupabbiring (6 orang, termasuk camat dan awak kapal). Korban meninggal dan selamat telah dipindahkan dari lokasi kejadian," sebutnya.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Pangkep, Polres Pangkep, Syahbandar, serta organisasi relawan seperti Ambulans Peduli dan Dompet Dhuafa masih melakukan pendataan dan evakuasi lanjutan jenazah menuju Pangkajene dan Makassar.
Andi Sultan juga mengonfirmasi seluruh korban telah ditemukan. Ia sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem sebelum beraktivitas di laut. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(H-3)
Di lokasi kejadian, Tim SAR yang telah bermalam di tenda-tenda darurat di sekitar reruntuhan pesawat terus memantau kondisi cuaca.
Ketiganya diduga bersekongkol mengatur pengadaan barang dan jasa sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp554 juta.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved