Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Camat, Perawat, dan Relawan Meninggal Akibat Kapal Terbalik di Pangkep

Lina Herlina
27/12/2025 21:44
Camat, Perawat, dan Relawan Meninggal Akibat Kapal Terbalik di Pangkep
Ilustrasi garis polisi di TKP kecelakaan.(Dok. Antara)

TIGA orang tewas, termasuk seorang Camat dan seorang Bidan, setelah kapal motor yang mengangkut mereka dan sembilan penumpang lainnya terbalik diterpa gelombang dan hujan deras di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan. Kapal yang membawa tim relawan kesehatan dan petugas pemerintah itu tenggelam di antara pulau dalam perjalanan membawa bantuan.

Tragedi menerjang perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (27/12). Sebuah kapal motor bernama Dg. Nasru yang mengangkut 12 penumpang, terdiri dari petugas pemerintahan, tenaga kesehatan, dan relawan—terbalik dan tenggelam di antara Pulau Podangpodang dan Pulau Sarappo Lompo.

Tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yaitu Camat Liukang Tupabbiring Muhammad Fitri Mubarak, Bidan Puskesmas Sarappo Darma, serta Koordinator Lembaga Kemanusiaan Imran. Sementara sembilan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Berdasarkan laporan operasi SAR Pangkep, kapal berangkat dari Pelabuhan Pangkep sekitar pukul 08.40 WITA menuju Pulau Sarappo Caddi, membawa penumpang dan sejumlah bantuan. Malang, sekitar pukul 11.00-12.00 WITA, kapal dilaporkan terbalik.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan insiden ini dan menyebut cuaca buruk, hujan deras disertai angin kencang, diduga menjadi pemicu utama musibah. Seluruh korban telah dievakuasi ke Pulau Podangpodang dan Pulau Sarappo.

"Kapal itu mengangkut rombongan khusus, Tim LKC Sulsel (6 orang), petugas Puskesmas Sarappo dan Kecamatan Liukang Tupabbiring (6 orang, termasuk camat dan awak kapal). Korban meninggal dan selamat telah dipindahkan dari lokasi kejadian," sebutnya.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Pangkep, Polres Pangkep, Syahbandar, serta organisasi relawan seperti Ambulans Peduli dan Dompet Dhuafa masih melakukan pendataan dan evakuasi lanjutan jenazah menuju Pangkajene dan Makassar.

Andi Sultan juga mengonfirmasi seluruh korban telah ditemukan. Ia sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem sebelum beraktivitas di laut. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya