Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan seluruh penumpang kapal yang terbalik di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, telah ditemukan dalam kondisi selamat. Insiden tersebut terjadi pada Senin (14/7) dan sempat menyebabkan beberapa penumpang dilaporkan hilang.
"Saat ini mereka telah dievakuasi menuju Pelabuhan Tuapejat dengan menggunakan kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud dalam keterangan resmi, Selasa (15/7).
Berdasarkan laporan awal, kapal jenis long boat berbahan kayu dengan tiga mesin berkapasitas masing-masing 40 tenaga kuda (PK) tersebut berangkat dari Sikakap menuju Tuapejat pada pukul 07.00 waktu setempat (LT), melalui pelabuhan rakyat milik swasta, Wisma Lestari.
Namun sekitar pukul 11.00–12.00 LT, kapal mengalami kecelakaan di perairan Selat Sipora akibat gelombang tinggi mencapai 3–4 meter, yang menyebabkan kapal terbalik.
"Kami turut prihatin atas musibah kecelakaan kapal ini," ucap Masyhud.
Upaya pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai pihak, antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sikakap, serta masyarakat setempat.
Ditjen Hubla, kata Masyhud, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), guna memastikan proses investigasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (E-3)
Sebuah boat penyeberangan sepanjang 12 meter yang mengangkut rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat terbalik di tengah perjalanan akibat cuaca buruk.
Setelah hampir 24 jam pencarian intensif, sebanyak 17 penumpang boat yang terbalik di Selat Sipora, Mentawai, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas operasi pencarian terhadap dua korban kecelakaan kapal KM Putri Sakinah yang maih hilang.
TIM SAR Gabungan pada operasi pencarian hari ke-11, Senin (5/1), kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah memfokuskan upaya pencarian dengan mengerahkan teknologi Multi Beam Sonar.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Insiden kecelakaan kapal yang menimpa kapal semi pinisi KM Putri Sakinah kembali membuka persoalan serius dalam tata kelola keselamatan wisata bahari di Indonesia.
Kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo merupakan akumulasi dari kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih mengejar citra dan angka kunjungan dibandingkan aspek keselamatan manusia.
UPAYA pencarian terhadap korban kapal tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah terus diperkuat dengan menerjunkan penyelam profesional warga negara asing (WNA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved