Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM situasi darurat pascabencana, kecepatan distribusi bantuan adalah kunci. Namun, ketepatan jenis bantuan jauh lebih krusial untuk memastikan penyintas dapat bertahan di masa-masa sulit.
Memahami hal ini, PT Importa Jaya Abadi menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi korban banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang dan Sumatra Utara (Sumur) pada Selasa, (23/12).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Chief Service & Expansion Officer (CSEO), Ikhsan Harahap dan Sandro Leyandi Ginting selaku Branch Manager Medan, yang diterima secara resmi oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn). Drs. Armia Pahmi, M.H.
Importa Group secara spesifik menyalurkan paket sembako, peralatan ibadah, diapers, hingga obat-obatan karena pemenuhan kebutuhan dasar menjadi fokus utama dalam misi ini.
"Bantuan itu dapat menjaga ketahanan fisik dan kesehatan. Pasokan air minum, makanan (sembako), dan obat-obatan adalah benteng pertama untuk mencegah malnutrisi dan munculnya penyakit pascabencana di lokasi pengungsian," kata dia dikutip dari siaran pers yang diterima.
Pemulihan martabat dan kesejahteraan psikologis juga dinilai perlu. Seperti pemberian peralatan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah bukan sekadar materi, melainkan cara membantu para korban kembali merasakan ketenangan batin dan kenyamanan spiritual di tengah duka.
"Program CSR ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk membantu masyarakat. Pada tahap kedua ini, kami berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar karena itulah yang paling mendesak dibutuhkan korban saat ini agar mereka dapat segera pulih," ujar Ikhsan.
Sebelumnya, Importa juga telah menyalurkan pakaian layak pakai melalui LazisMU Gamping pada awal Desember. Rangkaian aksi ini membuktikan bahwa Importa Group tidak hanya hadir sebagai pelaku bisnis, tetapi juga sebagai tetangga yang peduli bagi masyarakat Indonesia. (E-4)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
BANJIR bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius bagi masyarakat.
PERUMDA Air Minum Jaya (PAM Jaya) menyalurkan bantuan air bersih bagi korban bencana di Sumatra bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103, Selasa (23/12).
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Timur mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat 10 ton bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra.
WATSONS Indonesia turut berduka atas bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
WARGA korban terdampak banjir di kawasan Provinsi Aceh mengharapkan ada bantuan makanan siap santap. Lalu mereka juga membutuhkan air minum dan air bersih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved