Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA menegangkan terjadi saat rombongan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meninjau lokasi banjir di kawasan Pemeue, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (21/12). Fadhlullah dari Banda Aceh terbang dengan helikopter ingin memastikan kondisi Kecamatan Rusip Antara dan tetangganya Kecamatan Silih Nara yang terkurung dari Kota Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah sejak banjir besar 26-27 November lalu.
Peristiwa itu berawal ketika Wakil Gubernur Fadhlullah dan 7 orang anggota rombongannya hendak menyeberang sungai guna melihat kondisi sebuah perkampungan lereng pengunungan setempat. Karena tidak ada jembatan permanen mereka harus menggunakan rakit darurat yang terbuat dari drum oli dan di atasnya berlantai papan.
Sebanyak delapan orang rombongan itu naik keatas rakit dan meluncur dengan dipasang ikatan pada wayer baja hingga ke seberang sungai deras dan keruh itu. Di tengah berjuang menyeberangi arus sungai, tiba-tiba rakit yang ditumpang 8 orang itu oleng dan terbalik.
Sebagian mereka menyelamatkan diri berenang ke tepian seberang sungai. Sebagian lainnya sempat hanyut terbawa arus deras sungai keruh tersebut.
Fadhlullah yang mantan milter GAM itu berhasil berenang dan sempat menyelamatkan seorang lainnya yang disebut-sebut adalah GM PLN Aceh. Sedangkan penumpang yang sempat terbawa arus lainnya juga berhasil di bantu beberapa personel TNI Yonif TP 854 Dharma Kerkasa Pemeue yang bertugas membantu korban bajir di kawasan setempat.
"Insya Allah semua selamat. Tidak ada korban jiwa dan tetap melanjutkan peninjauan permukiman warga di perkampungan lembah gunung itu," tutur Hadi, seorang warga setempat.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, kecelakaan terbalik rakit di sungai deras tersebut karena kelebihan muatan penumpang. Sehingga rakit darurat yang terbuat dari drum oli dan menggunakan wire peluncur itu tidak tahan atau melebihi kapasitas.
Apalagi rombongan penumpang tersebut berdiri tidak seimbang di atas rakit darurat tidak berdinding tersebut. Karena tidak ada keseimbangan dan gagal kontrol akhirnya tidak sanggup menahan beban saat terbawa arus sungai.
Adapun Kecamatan Rusip Antara dan Kecamatan Silih Nara, hingga sekarang terkurung akibat banjir besar Sumatra. Karena jalur dari dan ke Kota Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah terputus.
Untuk memasuki bantuan bahan makanan harus melewati jalur pegunungan Geumpang, Kabupaten Pidie-Pameue, Aceh Tengah. Jalan itupun sangat sulit dilalui karena ambles dan longsor.
Anggota DPR RI asal Acen Nasir Djamil sudah beberapa hari turun ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan ke dua kecamatan terisolir tersebut. Nasir yang bermalam bersama relawan lintas komunitas mobil Land Rover dan Trail Aceh sampai membeli hasil panen cabai petani setempat agar perekonomian mereka tetap bertahan.
"Di sini sejak awal banjir sudah terkurung. Masyakat tidak bisa keluar ke Takengon, AcehTengah. Ada sekitar 52 titik badan jalan menuju ke sini longsor dan jembatan rusak. Baru sekitar 18 titik berhasil diperbaiki atau dibersihksn secara darurat," tutur Nasir Djamil yang masuk ke Pameue, melalui jalur udara menggunakan helikopter. (MR/E-4)
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
NASIB korban banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu (28/1) belum ada perubahan berarti. Sudah 63 hari para penyintas bencana dahsyat itu masih dipenuhi lumpur dalam rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved