Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, memicu bencana tanah longsor di tiga titik berbeda. Insiden yang terjadi sejak Selasa (16/12) malam hingga Rabu (17/12) dini hari tersebut sempat memutus akses transportasi antar-desa di wilayah tersebut.
Titik longsor teridentifikasi berada di Desa Parsambilan, Desa Pardomuan, dan Desa Ombur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Toba segera mengerahkan alat berat guna melakukan penanganan darurat dan pembersihan material yang menutup badan jalan.
Longsor pertama dilaporkan terjadi di Desa Parsambilan pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB. Tembok tanah sepanjang kurang lebih 30 meter runtuh dan menutupi sebagian ruas jalan. Meski kendaraan masih dapat melintas secara terbatas, Dinas PUPR tetap menyiagakan satu unit excavator di lokasi untuk normalisasi arus lalu lintas.
Kondisi lebih parah terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di ruas Jalan Silimbat–Parsoburan, tepatnya di kawasan Panatapan, Desa Ombur. Material longsor berupa tanah dan bebatuan tidak hanya menutup jalan, tetapi juga menyebabkan bahu jalan sepanjang 50 meter runtuh ke arah jurang. Selain itu, titik longsor ketiga juga terpantau di kawasan Bulu Silape, Desa Pardomuan.
Gerak Cepat Penanganan
Pejabat Dinas PUPR Kabupaten Toba, Seksianton Hutabarat, menyatakan pihaknya langsung bergerak sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim teknis beserta alat berat dipastikan sudah tiba di lokasi bencana sebelum pukul 02.00 WIB.
“Begitu menerima laporan berupa foto dan titik lokasi longsor dari masyarakat sekitar pukul 01.00 WIB, tim langsung mempersiapkan alat berat untuk diterjunkan ke lokasi,” ujar Seksianton dalam keterangannya, Rabu (17/12).
Di Desa Ombur, dua unit alat berat berupa excavator dan backhoe loader dikerahkan untuk membersihkan material. Meski sempat terkendala proses koordinasi izin pembersihan lahan dengan warga setempat, penanganan darurat dipastikan tetap berjalan guna memastikan keamanan jalur.
Apresiasi atas respons cepat ini disampaikan Camat Silaen, Tumpal Panjaitan. Ia menilai penanganan yang dilakukan pemerintah kabupaten sangat krusial bagi mobilitas masyarakat desa.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Silaen, pemerintah desa se-Kecamatan Silaen, serta seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Toba, khususnya Dinas PUPR, atas gerak cepat dan penanganan yang baik dalam memperbaiki jalan longsor di Desa Ombur dan Parsambilan,” ungkap Tumpal.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi terdampak mulai berangsur normal. Namun, para pengguna jalan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi permukaan jalan yang licin serta potensi pergerakan tanah susulan di titik-titik yang masih labil. (AP/P-2)
Ancaman letusan gunung api terbesar di dunia mungkin tidak datang dari gunung-gunung terkenal yang selama ini diawasi, melainkan dari gunung api yang nyaris tak diperhatikan.
Kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Toba, Sumatra Utara saat ini surplus pangan meski masih ada beberapa kecamatan yang masih menerapkan pola tanam sekali setahun.
UNTUK memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik, anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk meninjau program MBG) di Kabupaten Toba, Senin (13/10).
Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan gizi anak sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat Toba.
Berkolaborasi dengan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatra Utara, bergotong-royong membersihkan daerah geosite di Kabupaten Toba
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved