Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada Rabu (17/12). Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir diprediksi akan melanda, sementara gelombang tinggi di perairan Karimunjawa mulai mengancam aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menyebutkan bahwa hujan ringan hingga sedang mulai mengguyur merata sejak pagi hingga awal malam. Namun, tujuh daerah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Tujuh daereah itu adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Slawi, Brebes, Bumiayu, dan Majenang.
"Intensitas hujan di Jawa Tengah diprediksi akan terus meningkat hingga tiga hari ke depan. Warga di daerah rawan bencana diminta untuk selalu waspada," tutur Agus Triyono. Kondisi suhu udara diperkirakan berkisar antara 18-32°C dengan kelembaban mencapai 60-95%.
Di sektor maritim, meskipun banjir rob di pesisir utara dilaporkan mulai mereda, ancaman baru muncul dari ketinggian gelombang. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, memperingatkan risiko tinggi di perairan utara.
Tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter khusus di perairan Karimunjawa. Kecepatan angin bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan 2-20 knot. Hujan ringan diwarnai petir masih terjadi di kawasan perairan Pekalongan hingga Rembang.
"Kami mengimbau para nelayan dan operator jasa transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi di Karimunjawa karena sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran," jelas Sediyanto.
BMKG menyarankan warga untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi dan menyiapkan langkah mitigasi, terutama di daerah dengan topografi perbukitan dan bantaran sungai. (AS/P-5)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved