Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II menggencarkan kegiatan Asistensi Aktivasi Akun Coretax dan Kode Otorisasi DJP di wilayah Cirebon dan Kuningan. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk mempersiapkan Wajib Pajak (WP) dalam menghadapi masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan tahun pajak 2026.
Berdasarkan siaran pers yang diterima, Selasa (16/12), kegiatan yang berlangsung selama empat hari (9-12 Desember 2025) ini digelar di enam titik lokasi. Peserta berasal dari institusi pendidikan, kepolisian, hingga dinas kesehatan.
Penyuluh Kanwil DJP Jawa Barat II, Taslani, menjelaskan bahwa asistensi ini diberikan oleh Tim Penyuluh DJP bersama para relawan pajak. Peserta mendapatkan pendampingan praktis menggunakan ponsel dan laptop.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi kendala teknis yang kerap muncul saat puncak masa pelaporan SPT tahunan,” tutur Taslani. “Kami berupaya memastikan wajib pajak telah melakukan aktivasi akun Coretax dan memahami alur pelaporan di sistem yang baru, sehingga prosesnya dapat berjalan lebih lancar.”
Pendampingan yang diberikan mencakup aktivasi akun Coretax, pembuatan kode otorisasi DJP, hingga simulasi pelaporan SPT Tahunan. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong peningkatan literasi perpajakan berbasis digital.
“Dengan pendampingan langsung, wajib pajak tidak hanya dibantu secara teknis, tetapi juga didorong untuk memenuhi kewajiban perpajakannya secara mandiri (self assessment),” tambahnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 600 peserta berhasil melakukan aktivasi akun Coretax. Pencapaian ini diharapkan dapat memperlancar pelaporan SPT Tahunan pada tahun pajak berikutnya, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mendukung modernisasi sistem administrasi perpajakan. (UL/P-5)
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Penggunaan Silpa berjalan secara transparan. Pemanfaatannya dilakukan untuk program prioritas.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
Tingkat okupansi yang melampaui 100% tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved