Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

1.000 Bibit Pohon Berbagai Jenis Ditanam di Kawasan Tanah Rawan Longsor di Brebes

Supardji Rasban
14/12/2025 21:28
1.000 Bibit Pohon Berbagai Jenis Ditanam di Kawasan Tanah Rawan Longsor di Brebes
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma sedang menanam bibit pohon.(MI/Supardji Rasban)

SEBANYAK 1.000 bibit pohon berbagai jenis ditanam di kawasan pegunungan rawan longsir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Tujuannya untuk memulihkan kerusakan ekologis dan mitigasi bencana.

Penanaman bibit pohon yang yang dipimpin langsung Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dilakukan di Petak 24 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Paguyangan, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (14/12/2025). 

Aksi ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis lingkungan.

Penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut kesepakatan warga Dukuh Sijampang dengan Perhutani untuk menutup penggarapan liar yang menyebabkan kerusakan ekologis. 

"Penanaman bibit pihon ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memulihkan kerusakan ekologis dan mitigasi bencana di kawasan rawan longsor," ujar Paramitha.

Jenis pohon yang ditanam meliputi suren, trembesi, sere, dan akasia, yang dikenal memiliki akar kuat untuk memperkuat tanah dan mencegah longsor.

"Kami akan terus bekerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan dan mencegah bencana," tutur Paramitha. 

Paramitha juga memberikan apresiasi kepada warga dan aktivis lingkungan yang telah berpartisipasi dalam penanaman pohon ini. "Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita terus menjaga lingkungan kita," ucap Paramitha.

Menurut bupatu, penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. 

"Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih seimbang dan lestari," pungkas Mitha, sapaa Paramitha Widya Kusuma. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya