Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCABENCANA banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar, berbagai upaya terus dilakukan pemda setempat. Mulai dari pembukaan akses jalan, buat posko pengungsian, menyalurkan bantuan sampai dengan normalisasi sungai dan jalan terdampak bencana.
Memasuki perpanjangan masa tanggap darurat sampai tanggal 17 Desember 2025 esok, Pemerintah Daerah saat ini sedang mempersiapkan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang masih mengungsi.
"Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para pengungsi, kita telah berkoordinasi dengan Wali Nagari dan Pemerintah Pusat yang akan membangun Huntara di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan dan X Koto," kata Bupati Eka Putra, kemarin.
Dikatakan Eka Putra lagi, Pemerintah Daerah telah mengirimkan data kebutuhan Huntara ke Pemerintah Pusat yang nantinya akan dibangun oleh TNI di daerah yang diusulkan dan disetujui.
"Kita telah mengusulkan Huntara untuk 552 KK, yang tersebar di Kecamatan Batipuh 89 KK, Batipuh Selatan 379 KK dan X Koto 84 KK, dan Insya Allah TNI akan bekerja 9 hari dalam membangun Huntara tersebut," terangnya.
Bupati menyampaikan, untuk menjaga agar perekonomian masyarakat terdampak bisa terus berlanjut ke depan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pusat terhadap langkah apa yang bisa dilakukan.
"Sektor ekonomi terdampak berupa lahan pertanian 389 hektar dan ladang 91 hektar, kita akan berkoordinasi langkah normalisasi lahan ini dengan Pemprov Sumbar dan Pusat, agar masyarakat kita bisa bekerja lagi mengolah lahannya, dan Presiden telah menyampaikan akan menurunkan dana 4 Miliar rupiah untuk Kabupaten Kota terdampak, salah satu kegunaannya untuk itu, namun kita masih menunggu ketentuan dan aturannya," terang Eka Putra.
Bupati Eka Putra terus mengingatkan untuk masyarakat yang berada di pantaran dan sepadan sungai untuk segera di relokasi ke tempat yang lebih aman.
"Tahun lalu kita juga sudah menyediakan Hunian Tetap bagi masyarakat yang mau direlokasi di Rambatan, disana masih bisa untuk dibangun beberapa unit lagi untuk masyarakat yang mau di relokasi, kita akan berusaha ke Pemerintah Pusat laksanakan langkah ini, karena untuk 1 unit rumah dianggarkan Rp60 juta," tukasnya. (H-3)
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
“Dari sisi pH-nya, air ini berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,”
Prosesi pemakaman enam jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum teridentifikasi digelar dengan penuh khidmat, Rabu (7/1).
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap pertama bagi jemaah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Setiap unit memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 2.000 liter air minum per hari dan akan ditempatkan di titik-titik prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved