Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dedi Mulyadi: Bandung Raya Bisa Tenggelam jika Tata Ruang tak Dibenahi

Andhika Prasetyo
10/12/2025 08:50
Dedi Mulyadi: Bandung Raya Bisa Tenggelam jika Tata Ruang tak Dibenahi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Antara)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kawasan Bandung Raya berada pada kondisi lingkungan yang rawan dan berpotensi mengalami kerusakan serius jika pola tata ruang tidak segera dikoreksi. Ia menegaskan, tanpa perubahan kebijakan, wilayah tersebut berisiko tenggelam di masa mendatang.

“Kita menyadari bahwa wilayah Bandung Raya itu rawan. Bandung bisa saja tenggelam kalau tidak dilakukan perubahan tata ruang sejak sekarang,” ujar Dedi di Kampus IPDN, Sumedang, Selasa.

Sebagai langkah awal, ia meminta para bupati dan wali kota di Bandung Raya menunda sementara seluruh izin perumahan, termasuk izin yang sedang diproses maupun yang sudah terbit, sampai evaluasi tata ruang selesai dilakukan.

Dedi menegaskan bahwa setiap pemberian izin perumahan harus memenuhi standar perlindungan lingkungan, seperti yang sudah diatur dalam Perda Kabupaten Bandung mengenai kewajiban menyediakan sumur resapan atau danau kecil untuk menampung air hujan.

Ia menilai penyimpangan izin pembangunan selama ini membuat daya dukung lingkungan semakin tertekan, sehingga risiko banjir, tanah longsor, hingga penurunan tanah meningkat.

Gubernur juga meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN agar izin lokasi yang masa berlakunya sudah habis dapat segera diproses ulang. Hal ini dinilai penting untuk mencegah lahan potensial dikuasai pihak yang tidak bertanggung jawab dan memastikan fungsi tanah tetap sesuai peruntukannya.

“Tanah harus tetap berfungsi sebagai hutan dan pelindung tanah,” tegas Dedi, seraya menambahkan bahwa pembenahan tata ruang merupakan langkah mendesak untuk mencegah bencana seperti banjir maupun penurunan tanah di Bandung Raya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik