Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gajah Ikut Serta Bersihkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir di Aceh, Ini Faktanya

Media Indonesia
09/12/2025 15:06
Gajah Ikut Serta Bersihkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir di Aceh, Ini Faktanya
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan personel Polri membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasa(Antara)

EMPAT ekor gajah diterjunkan guna mempercepat pembersihan sisa-sisa kayu dan material yang dibawa banjir bandang ke permukiman di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tindakan ini dilakukan untuk membuka akses yang tertutup material berat pascabencana.

"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Sare," kata Kepala BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Sigli, Aceh, Hadi Sofyan, di Pidie Jaya, Senin (8/12).

Keempat gajah tersebut yakni Abu, Mido, Ajis, dan Noni dikerahkan bersama para mahout (pawang) untuk membersihkan puing-puing kayu di pemukiman warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Hadi menjelaskan bahwa gajah dimanfaatkan untuk menjangkau titik-titik yang tidak dapat dilewati alat berat. Wilayah sasaran utama mencakup area terdampak di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.

"Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gajah-gajah tersebut akan membuka akses menuju rumah warga yang tertimbun material, serta membantu mengevakuasi temuan apa pun di lokasi, termasuk korban yang mungkin masih hilang. Selain itu, gajah juga dapat digunakan untuk mengangkut logistik bagi para penyintas.

"Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025," katanya.

Menurut Hadi, seluruh gajah yang diterjunkan telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana besar. Keempatnya pernah terlibat membantu pembersihan material saat tsunami Aceh 2004.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing," ujarnya.

Untuk saat ini, tim masih fokus pada penanganan di Pidie Jaya karena akses menuju kabupaten lain belum dapat ditembus.

"Sejauh ini belum ke daerah lainnya, karena masih perlu survei dan akses ke kabupaten lain belum bisa dijangkau. Ke depan, jika diperlukan, kami siap membantu," demikian Hadi Sofyan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik