Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kehutanan menegaskan dukungan empat ekor gajah Sumatra dalam upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa sebelum gajah-gajah jinak diterjunkan ke lapangan, tim Balai KSDA Aceh melakukan survei menyeluruh terkait kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, serta kebutuhan operasional.
"Keempat gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir," ujar Ujang, Selasa (9/12).
"Dalam kondisi darurat sekarang ini, kami dari Balai KSDA Aceh memiliki moral dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat. Kami dapat membantu salah satunya dalam upaya penanganan dan pembersihan material pasca bencana," tambahnya.
Ujang menjelaskan, hasil survei menjadi dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah, dan pengaturan durasi kerja yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan satwa.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan gajah, tim memastikan area istirahat telah dipersiapkan dengan baik, termasuk ketersediaan pakan, suplemen pendukung, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Kebutuhan air minum juga menjadi fokus utama. Untuk menjamin ketersediaan air, tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air yang siap setiap saat di lokasi kerja.
Ujang menambahkan, pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana telah diterapkan di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia saat Tsunami Aceh 2004, dan menjadi bentuk pemanfaatan satwa secara lestari dengan prinsip kehati-hatian.
Gajah memiliki kemampuan yang membuatnya efektif dalam penanganan bencana, asalkan dilakukan secara aman, didampingi mahout/petugas, dan mengutamakan kesejahteraan satwa.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan gajah untuk pekerjaan berat memang umum di berbagai daerah, tetapi hal ini sebaiknya tidak dinormalisasi.
Lebih lanjut, tim yang bertugas terdiri dari delapan mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, dan dokter hewan beserta perlengkapan medis lapangan. Semua kegiatan mendapat pengawalan penuh dari kepolisian agar operasional berjalan aman, tertib, dan terarah.
Mobilisasi gajah terlatih menjadi langkah kolaboratif untuk mempercepat pemulihan lingkungan pascabanjir, khususnya di area yang sulit dijangkau alat berat. Selain fokus pada pemulihan, misi ini menunjukkan komitmen bahwa penggunaan satwa di lapangan harus selalu menghormati kesejahteraannya.
"Ini bukti betapa gajah bukanlah musuh manusia, jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Karena dalam situasi darurat, saat semua sudah lumpuh, Gajahlah yang akan melindungi manusia," tutup Ujang. (Ant/E-4)
GAJAH jinak jadi armada penyelamat di Pidie Jaya, Aceh, dalam membantu membuka akses dan mengevakuasi wilayah yang tak bisa dijangkau alat berat pascabanjir bandang.
EMPAT ekor gajah diterjunkan guna mempercepat pembersihan sisa-sisa kayu dan material yang dibawa banjir bandang ke permukiman di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved