Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Gajah Bantu Evakuasi Pascabencana Sumatra, Kesejahteraan Satwa Tetap Prioritas

Media Indonesia
09/12/2025 15:33
Gajah Bantu Evakuasi Pascabencana Sumatra, Kesejahteraan Satwa Tetap Prioritas
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan personel Polri membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasa(Antara)

KEMENTERIAN Kehutanan menegaskan dukungan empat ekor gajah Sumatra dalam upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa sebelum gajah-gajah jinak diterjunkan ke lapangan, tim Balai KSDA Aceh melakukan survei menyeluruh terkait kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, serta kebutuhan operasional.

"Keempat gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir," ujar Ujang, Selasa (9/12).

"Dalam kondisi darurat sekarang ini, kami dari Balai KSDA Aceh memiliki moral dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat. Kami dapat membantu salah satunya dalam upaya penanganan dan pembersihan material pasca bencana," tambahnya.

Ujang menjelaskan, hasil survei menjadi dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah, dan pengaturan durasi kerja yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan satwa.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan gajah, tim memastikan area istirahat telah dipersiapkan dengan baik, termasuk ketersediaan pakan, suplemen pendukung, dan pemantauan kesehatan secara berkala.

Kebutuhan air minum juga menjadi fokus utama. Untuk menjamin ketersediaan air, tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air yang siap setiap saat di lokasi kerja.

Ujang menambahkan, pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana telah diterapkan di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia saat Tsunami Aceh 2004, dan menjadi bentuk pemanfaatan satwa secara lestari dengan prinsip kehati-hatian.

Gajah memiliki kemampuan yang membuatnya efektif dalam penanganan bencana, asalkan dilakukan secara aman, didampingi mahout/petugas, dan mengutamakan kesejahteraan satwa.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan gajah untuk pekerjaan berat memang umum di berbagai daerah, tetapi hal ini sebaiknya tidak dinormalisasi.

Lebih lanjut, tim yang bertugas terdiri dari delapan mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, dan dokter hewan beserta perlengkapan medis lapangan. Semua kegiatan mendapat pengawalan penuh dari kepolisian agar operasional berjalan aman, tertib, dan terarah.

Mobilisasi gajah terlatih menjadi langkah kolaboratif untuk mempercepat pemulihan lingkungan pascabanjir, khususnya di area yang sulit dijangkau alat berat. Selain fokus pada pemulihan, misi ini menunjukkan komitmen bahwa penggunaan satwa di lapangan harus selalu menghormati kesejahteraannya.

"Ini bukti betapa gajah bukanlah musuh manusia, jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Karena dalam situasi darurat, saat semua sudah lumpuh, Gajahlah yang akan melindungi manusia," tutup Ujang. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya