Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang melanda Kota Langsa dan Aceh Timur dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan rumah terendam, akses jalan sempat terputus, dan banyak mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa tidak dapat kembali ke tempat tinggalnya. Sebagian di antaranya masih bertahan di lingkungan kampus akibat genangan yang belum surut.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh bersama civitas akademika IAIN Langsa mendirikan Posko Tanggap Bencana dan Dapur Umum Darurat untuk mahasiswa serta masyarakat sekitar. Posko menyediakan makanan siap santap, air bersih, perlengkapan kebersihan, dan dukungan evakuasi di beberapa titik banjir.
Ketua PW ISNU Aceh sekaligus Rektor IAIN Langsa, Ismail Fahmi Arrauf Nasution, mengungkapkan bahwa kebutuhan para mahasiswa dan warga masih sangat mendesak.
“Banjir kali ini termasuk yang terbesar. Banyak mahasiswa tidak bisa kembali ke kos dan sebagian bertahan di kampus. Karena itu ISNU Aceh bergerak cepat membuka posko dan dapur umum. Kami memastikan mereka tidak kekurangan makan dan mendapat bantuan paling dasar,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima (5/12).
Ia juga mengungkapkan hal itu sesuai dengan arahan Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.
“Kami juga berharap dukungan segera dari beberapa pihak, khususnya dari Kemenag RI dan stakeholder lainnya, terutama terkait bantuan logistik darurat dan gerakan pemulihan bagi mahasiswa serta fasilitas kampus yang terdampak,” tambahnya.
Relawan ISNU Aceh terus melakukan pendataan kebutuhan di lapangan serta mendistribusikan konsumsi, alas tidur, obat-obatan ringan, dan perlengkapan darurat lainnya. Upaya ini dilakukan sambil menunggu bantuan resmi pemerintah dan lembaga terkait. (H-1)
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
NASIB korban banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu (28/1) belum ada perubahan berarti. Sudah 63 hari para penyintas bencana dahsyat itu masih dipenuhi lumpur dalam rumah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Kabupaten Toba untuk Kabupaten Humbang Hasundutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved