Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Manfaatkan Starlink, Warga Adiankoting di Tapanuli Utara Bisa Berkomunikasi ke Luar Daerah

Januari Hutabarat
30/11/2025 18:24
Manfaatkan Starlink, Warga Adiankoting di Tapanuli Utara Bisa Berkomunikasi ke Luar Daerah
Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan di lokasi terlihat bekerja keras membersihkan material longsor dari badan jalan tepatnya di Desa Sibalanga Kecamatan Adian Koting. F(Januari Hutabarat/MI)

KECAMATAN  Andiankoting, Tapanuli Utara, Sumatra Utara menjadi yang terimbas banjir bandang. Di tengah keterisolasian ini, warga mengandalkan jaringan internet Starlink untuk mengabarkan kondisi terkini ke keluarga maupun keluarga atau saudara di luar daerah.

“Untuk menyampaikan informasi perkembangan akses menuju Sibolga satu-satunya harapan hanya jaringan Starlink ini. Tanpa itu, kami putus komunikasi,” ujar Budi Hutabarat, warga Adiankoting, Minggu (30/11).

Selain itu, pembenahan jalan lintas menuju Kota Sibolga masih terus dilakukan di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara-Sumatera Utara. Personel TNI terlihat bekerja ekstra keras membuka akses yang tertutup material longsor sejak banjir bandang melanda wilayah itu beberapa hari lalu.

Kondisi jalan yang sebelumnya menjadi jalur utama menuju Sibolga nyaris tidak lagi terlihat. Tebalan material lumpur, batu besar, pepohonan memenuhi badan jalan. Alat berat yang dikerahkan harus bekerja perlahan dan membutuhkan waktu lama untuk menyingkirkan material tersebut karena titik longsor tersebar di banyak lokasi.

Sementara itu, bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor terus berdatangan dari berbagai pihak. Di titik pengumpulan bantuan, terlihat tumpukan paket sembako, pakaian layak pakai, hingga selimut yang sudah siap didistribusikan ke warga terdampak. 

Namun proses distribusi masih terkendala beratnya akses jalan akibat banyaknya material longsor yang menutup jalur utama.

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan di lokasi menyebutkan bahwa volume material longsor yang menimbun badan jalan terbilang sangat besar. Beberapa titik juga masih labil sehingga petugas harus ekstra hati-hati melakukan pembersihan untuk menghindari longsor susulan.

Upaya normalisasi jalan dan pemulihan jaringan komunikasi diperkirakan masih membutuhkan waktu, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang cukup ekstrem. Meski demikian, warga berharap proses pembukaan akses dapat dipercepat agar bantuan untuk desa-desa terpencil segera sampai dan mobilitas masyarakat kembali normal. (H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik