Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Update Korban Bencana Sumbar, 21 Orang Meninggal

Yose Hendra
28/11/2025 12:20
Update Korban Bencana Sumbar, 21 Orang Meninggal
Banjir bandang di Sumbar.(Dok BNPB)

RENTETAN banjir, longsor, dan banjir lahar dingin yang melanda Sumatra Barat sejak 21 hingga 24 November 2025 meninggalkan dampak yang sangat besar di hampir seluruh kabupaten/kota.

Berdasarkan pembaruan data BPBD Sumatra Barat pada Kamis (27/11) pukul 22.00 WIB, tercatat 21 orang meninggal dunia, 3 masih hilang, dan 4 mengalami luka-luka. Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan bahwa intensitas cuaca ekstrem pada periode tersebut benar-benar di luar kebiasaan.

“Skala kejadiannya meluas dan belum sepenuhnya terkendali. Hampir semua daerah melaporkan banjir, longsor, atau kombinasi keduanya,” ujar Ilham.

Menurutnya, dampak terbesar muncul setelah hujan ekstrem terjadi berturut-turut, sementara akses di banyak wilayah terputus, membuat penanganan bencana menjadi lebih kompleks.

Kota Padang menjadi salah satu pusat dampak. Banjir dan longsor terjadi di 7 kecamatan dan 17 kelurahan, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp9,01 miliar.

Sejumlah ruas jalan sempat lumpuh akibat timbunan longsor dan genangan tinggi. Di Padang Pariaman, banjir dan longsor melanda permukiman di Kecamatan Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan. Rumah-rumah warga di Lukah, Kampai Tabu Karambia, dan Koto Panjang mengalami kerusakan.

Di Kota Pariaman, banjir merendam wilayah di tiga kecamatan: Pariaman Tengah, Pariaman Timur, dan Pariaman Selatan. Kerusakan rumah masih dalam proses asesmen.

Kota Solok mengalami longsor di Kecamatan Luak, sementara Kota Padang Panjang menghadapi kombinasi banjir dan longsor yang merusak fasilitas publik. Kabupaten Pesisir Selatan mencatat dampak besar dengan 9.431 KK / 47.170 jiwa terdampak.

"Di Agam, salah satu persoalan utamanya adalah terputusnya akses air bersih. Pansimas rusak, sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan,” kata Ilham.

Kabupaten Pasaman melaporkan 1.712 rumah terendam, 11 KK/68 jiwa terancam, serta satu fasilitas pendidikan rusak. Sementara Pasaman Barat mencatat 1.248 KK/12.905 jiwa terdampak, 122 hektare lahan rusak, dan 1 korban meninggal. Ilham Wahab menegaskan bahwa pendataan di sejumlah daerah masih berlangsung.

“Akses ke beberapa lokasi belum pulih sehingga laporan lapangan masih bertahap masuk. Data bisa berubah, terutama terkait korban dan kerusakan infrastruktur,” katanya.

BPBD Sumbar mengimbau masyarakat dan pemerintah nagari untuk tetap siaga, karena potensi cuaca ekstrem masih berlanjut sesuai peringatan BMKG hingga 27 November. (YH/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya