Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RENTETAN banjir, longsor, dan banjir lahar dingin yang melanda Sumatra Barat sejak 21 hingga 24 November 2025 meninggalkan dampak yang sangat besar di hampir seluruh kabupaten/kota.
Berdasarkan pembaruan data BPBD Sumatra Barat pada Kamis (27/11) pukul 22.00 WIB, tercatat 21 orang meninggal dunia, 3 masih hilang, dan 4 mengalami luka-luka. Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan bahwa intensitas cuaca ekstrem pada periode tersebut benar-benar di luar kebiasaan.
“Skala kejadiannya meluas dan belum sepenuhnya terkendali. Hampir semua daerah melaporkan banjir, longsor, atau kombinasi keduanya,” ujar Ilham.
Menurutnya, dampak terbesar muncul setelah hujan ekstrem terjadi berturut-turut, sementara akses di banyak wilayah terputus, membuat penanganan bencana menjadi lebih kompleks.
Kota Padang menjadi salah satu pusat dampak. Banjir dan longsor terjadi di 7 kecamatan dan 17 kelurahan, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp9,01 miliar.
Sejumlah ruas jalan sempat lumpuh akibat timbunan longsor dan genangan tinggi. Di Padang Pariaman, banjir dan longsor melanda permukiman di Kecamatan Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan. Rumah-rumah warga di Lukah, Kampai Tabu Karambia, dan Koto Panjang mengalami kerusakan.
Di Kota Pariaman, banjir merendam wilayah di tiga kecamatan: Pariaman Tengah, Pariaman Timur, dan Pariaman Selatan. Kerusakan rumah masih dalam proses asesmen.
Kota Solok mengalami longsor di Kecamatan Luak, sementara Kota Padang Panjang menghadapi kombinasi banjir dan longsor yang merusak fasilitas publik. Kabupaten Pesisir Selatan mencatat dampak besar dengan 9.431 KK / 47.170 jiwa terdampak.
"Di Agam, salah satu persoalan utamanya adalah terputusnya akses air bersih. Pansimas rusak, sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan,” kata Ilham.
Kabupaten Pasaman melaporkan 1.712 rumah terendam, 11 KK/68 jiwa terancam, serta satu fasilitas pendidikan rusak. Sementara Pasaman Barat mencatat 1.248 KK/12.905 jiwa terdampak, 122 hektare lahan rusak, dan 1 korban meninggal. Ilham Wahab menegaskan bahwa pendataan di sejumlah daerah masih berlangsung.
“Akses ke beberapa lokasi belum pulih sehingga laporan lapangan masih bertahap masuk. Data bisa berubah, terutama terkait korban dan kerusakan infrastruktur,” katanya.
BPBD Sumbar mengimbau masyarakat dan pemerintah nagari untuk tetap siaga, karena potensi cuaca ekstrem masih berlanjut sesuai peringatan BMKG hingga 27 November. (YH/E-4)
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
DI tengah sawah yang sempat tertimbun lumpur setinggi lutut akibat bencana hidrometeorologi, secercah harapan mulai tumbuh.
PEMERINTAH Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
PEMERINTAH Kota Padang mulai menggerakkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
PEMERINTAH pusat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved