Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
18 November 2025 pagi itu, halaman Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sudah dipadati pengunjung. Selain itu, ratusan buku dari berbagai genre tersusun rapi di stan-stan komunitas baca, perpustakaan keliling, hingga penerbit lokal yang turut meramaikan acara.
Di sisi lain, sekelompok anak muda dengan pakaian khas Sunda terlihat bersiap untuk tampil dalam pembukaan acara Festival Literasi bertajuk ‘Literasi Bergerak, Majalengka Langkung Sae’, yang digelar Dinas Arpusda Kabupaten Majalengka pada 18-19 November 2025. Mereka berasal dari Padepokan Kirik Nguyuh, yang akan menampilkan seni gamelan sorawatu (dalam bahasa Indonesia berarti ‘suara batu’), sebuah kesenian inovatif yang diciptakan dari limbah batu. Kesenian asli Majalengka dan dikembangkan oleh Padepokan Kirik Nguyuh ini memiliki tujuan ganda: menciptakan musik yang indah dan menyampaikan pesan pelestarian lingkungan.
Jadi, dalam kesenian ini, gamelan bukan hanya sebagai alat musik, melainkan juga menjadi media untuk mengajarkan pendidikan karakter dan kebudayaan berbasis kekeluargaan kepada masyarakat luas.
Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinas Arpusda Kabupaten Majalengka Dede Cucu Rosmiati mengatakan pihaknya menampilkan gamelan sorawatu karena kesenian itu sudah menjadi ikonik di Majalengka, dan ini menjadi bagian dari literasi kebudayaan yang juga terkait dengan pesan pelestarian lingkungan. “Semoga ini juga bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Majalengka, terutama kalangan gen Z,” ujar Dede.
Pembukaan kegiatan Festival Literasi ini secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Majalengka Dena Muhamad Ramdhan pada Selasa (18/11). Wabup Dena juga sekaligus menjadi narasumber dalam diskusi interaktif terkait dengan literasi, terutama tentang pentingnya membaca di era digital.
Pada Rabu (19/11) pagi, masih di tempat yang sama, di halaman Dinas Arpusda Kabupaten Majalengka, tampak anak-anak berlarian sambil membawa buku mewarnai, dan para orangtuanya pun tampak antusias mengawasi mereka. Anak-anak itu akan mengikuti kegiatan lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak atau raudhatul athfal (TK/RA). Selain lomba mewarnai, digelar pula lomba bertutur ibu-ibu PKK, lomba video konten literasi, lomba resensi buku, dan lomba perpustakaan desa terbaik.
Terkait dengan perpustakaan desa, Dede Cucu Rosmiati menyebutkan bahwa di Majalengka saat ini sudah ada 113 perpustakaan desa yang telah memiliki nomor pustaka perpustakaan (NPP). Adapun yang mengikuti lomba ini, ungkap Dede, sebanyak 20 perpustakaan desa.
“Kami akan terus berupaya seperti melakukan sosialisasi untuk meningkatkan jumlah perpustakaan di desa-desa di seluruh Kabupaten Majelengka. Minimal satu desa satu perpustakaan,” ungkap Kabid Perpustakan.
Hari itu, Bunda Literasi Kabupaten Majalengka Iim Maemunah Suherman, yang merupakan istri dari Bupati Majalengka Eman Suherman, juga hadir untuk memberikan semangat kepada para peserta kegiatan atau lomba di Festival Literasi. Iim yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majalengka memberikan semangat kepada para peserta lomba termasuk ibu-ibu PKK.
Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Majalengka Ono Haryono menyatakan sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, para sponsor, komunitas literasi, dan sekolah-sekolah yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan festival ini.
Sinergi ini, kata Ono, menjadi bukti bahwa literasi telah menjadi perhatian bersama.
Ia mengibaratkan literasi sebagai navigasi dalam lautan data sekaligus jembatan menuju kemajuan peradaban.
“Semoga Majalengka makin maju dalam membangun budaya literasi dan melahirkan generasi yang kreatif serta berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (H-2)
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Penelitian dilakukan melalui metode rekayasa rancang bangun dan uji performa dengan parameter kapasitas cacahan, konsumsi bahan bakar, dan kualitas hasil potongan.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Festival itu juga menjadi wadah pertanggungjawaban komunitas penerima bantuan pemerintah kepada publik secara langsung dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved