Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPP GAN Puji Langkah Dasco Dukung Guru Luwu Utara

Heryadi
19/11/2025 02:43
DPP GAN Puji Langkah Dasco Dukung Guru Luwu Utara
Ketua DPP GAN Muhammad Burhanuddin(Dok. DPP GAN)

PENYELESAIAN damai kasus dua guru dari Luwu Utara yang sebelumnya berhadapan dengan tekanan sosial dan persoalan hukum mendapat sorotan publik nasional. Di tengah kebingungan dan tekanan psikologis yang dialami kedua pendidik itu, hadirnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjadi titik balik yang membuka jalan penyelesaian secara manusiawi dan berkeadilan.

Dalam proses mediasi yang berjalan konstruktif, Dasco turun langsung memastikan seluruh pihak dapat duduk bersama tanpa tekanan. Sikap itu dinilai sebagai bentuk kepemimpinan moral dan komitmen negara terhadap profesi guru yang kerap menghadapi tantangan di garis depan pelayanan publik.

Dewan Pimpinan Pusat Garuda AstaCita Nusantara (DPP GAN) menjadi salah satu pihak yang menyampaikan apresiasi terbuka. Ketua DPP GAN Muhammad Burhanuddin, menyebut tindakan Dasco sebagai teladan yang menunjukkan kekuasaan dapat digunakan untuk melindungi mereka yang lemah dan rentan.

"Tindakan Pak Dasco menunjukkan bahwa perhatian negara terhadap guru bukan hanya wacana, tetapi nyata. Ini adalah dukungan moral yang sangat penting, karena guru adalah fondasi peradaban bangsa. Perhatian Pak Dasco adalah bukti komitmen negara pada kemaslahatan guru di manapun berada," ujar Burhanuddin.

Menurutnya, keberanian Dasco untuk terlibat langsung, hingga memperoleh surat rehabilitasi dari Presiden bagi kedua guru tersebut, menjadi penegasan bahwa penyelesaian konflik tidak selalu harus berakhir pada proses hukum yang berlarut-larut. Mediasi yang terbuka dan berempati terbukti mampu meredakan ketegangan sekaligus mengembalikan martabat para pendidik.

Burhanuddin menilai bahwa langkah Dasco seharusnya menjadi model penyelesaian konflik sosial di Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara harus memberi ruang dialog yang luas dan memastikan guru tidak menjadi objek kriminalisasi akibat kesalahpahaman birokrasi maupun tekanan sosial.

"Bangsa ini membutuhkan lebih banyak pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi mau turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan, dan menghadirkan solusi tanpa memperbesar konflik," tambah Burhanuddin.

Kasus dua guru di Luwu Utara, menurut DPP GAN, merupakan cermin dari masalah yang lebih luas, yaitu profesi guru masih rentan terhadap tekanan eksternal. Karena itu, perhatian dari pejabat nasional seperti Dasco menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melindungi mereka.

DPP GAN menilai penyelesaian damai ini tidak hanya mengakhiri ketidakpastian yang dialami kedua guru, tetapi juga memberi harapan baru bahwa pendekatan dialogis dapat menjadi jalan utama penyelesaian konflik di tingkat akar rumput. Publik pun melihat langkah tersebut sebagai contoh nyata bahwa kekuasaan dapat digunakan secara bermartabat, tanpa sensasi dan tanpa memperuncing perbedaan.

"Ini adalah keteladanan kepemimpinan yang bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga dicontoh. Melalui tindakan seperti inilah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara bisa kembali tumbuh," tutup Burhanuddin. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik