Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Longsor Cilacap: Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Percepat Penanganan

Andhika Prasetyo
17/11/2025 06:38
Longsor Cilacap: Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Percepat Penanganan
Petugass melakukan penanganan longsor di Cilacap, Jawa Tengah.(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, dan penanganan darurat bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, operasi tersebut dipusatkan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, dan mulai dilaksanakan intensif pada Minggu (16/11).

“Operasi menggunakan satu armada pesawat yang diterbangkan dari Bandung menuju wilayah yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di area terdampak,” kata Muhari dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Hingga Minggu siang, telah dilakukan tiga sorti penerbangan dengan total 3.000 kilogram bahan semai yang disebar di udara. Menurut Abdul Muhari, OMC dilaksanakan atas arahan Kepala BNPB Suharyanto sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan penanganan bencana. Operasi akan dilanjutkan sesuai kebutuhan kondisi lapangan guna menjaga stabilitas cuaca, sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat berlangsung aman dan optimal. BNPB juga terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk memastikan efektivitas operasi dan percepatan penanganan di lokasi bencana.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah melaporkan jumlah korban meninggal akibat longsor di Desa Cibeunying kembali bertambah menjadi 13 orang, setelah tim menemukan jenazah Diah Ramadani (17) pada Minggu petang. Masih terdapat 10 orang yang belum ditemukan.

“Total korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian sebanyak 13 orang,” ujar Abdullah.

Longsor Cilacap terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Bencana tersebut merusak sedikitnya 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter serta retakan sepanjang 25 meter. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik