Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Angka Stunting Turun jadi 15,9%, Pemprov Jabar Raih Penghargaan 

Naviandri
13/11/2025 20:35
Angka Stunting Turun jadi 15,9%, Pemprov Jabar Raih Penghargaan 
Wagub Jabar Erwan Setiawan menerima penghargaan dari Kemenko PMK. (Diskominfo Jabar)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) meraih penghargaan sebagai provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik I dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko PMK Pratikno dan diterima oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11).

Acara ini turut disaksikan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang memberikan apresiasi kepada daerah-daerah dengan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting.

Untuk diketahui, angka prevalensi stunting di Jabar berhasil turun signifikan dari 21,7% pada 2023 menjadi 15,9% pada 2024, menunjukkan efektivitas berbagai program percepatan penurunan stunting di daerah. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras bersama-sama menurunkan prevalensi stunting di Jabar," ungkap Erwan.

Erwan menegaskan, selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan dirinya, Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus menekan angka stunting hingga tidak ada kasus baru. "Selama lima tahun kepemimpinan kami, kami menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru atau zero stunting di Jabar," tuturnya.

Menurut Erwan, momentum Hari Kesehatan Nasional hari ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting bukan hanya soal data, tetapi juga hasil nyata dari kerja bersama untuk mewujudkan generasi Jabar yang sehat, kuat dan berdaya saing. 

Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional dapat turun hingga 14,2% pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, wapres  mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta konsistensi pelaksanaan program intervensi gizi di setiap daerah. "Provinsi Jabar menjadi salah satu contoh dengan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 5,8 persen dalam satu tahun," jelasnya.

Penurunan prevalensi stunting Indonesia menjadi 19,8% pada 2024 menjadi bukti nyata keberhasilan kerja kolaboratif berbagai pihak. Angka tersebut juga lebih baik dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1%, atau setara penurunan sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya