Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemkot Bengkulu Intensif Tekan Kasus Stunting

Marliansyah
13/11/2025 20:29
Pemkot Bengkulu Intensif Tekan Kasus Stunting
(MI/Marliansyah)

PEMERINTAH Kota (Pemkot)  Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting agar tidak meningkat lagi pada 2026 mendatang.

Kepala Sub Koordinator Substansi Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Yupita di  Bengkulu, mengatakan, Pemkot terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting tidak bertambah atau meningkat pada 2026 mendatang.  "Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,," katanya.

Dengan dukungan bersama, lanjut dia, Dinkes dapat memastikan anak-anak di Kota Bengkulu, tumbuh sehat dan cerdas. Sebagai langkah konkret, Dinkes telah menggandeng sejumlah pihak, antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Baznas Kota Bengkulu. 

Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran bantuan makanan bergizi seperti telur dan susu kepada anak-anak berisiko stunting. Selain itu, edukasi kepada orang tua juga terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh sehat. 

"Dengan sinergi lintas sektor diharapkan angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak-anak di daerah ini semakin meningkat," imbuhnya.

Menjelang akhir tahun 2025, kata dia, Dinkes  mencatat sebanyak 52 kasus anak dengan stunting di Kota Bengkulu. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 lalu, yang tercatat hanya sebanyak 41 kasus.

Meskipun mengalami peningkatan, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan target nasional. Saat ini, persentase kasus stunting di Kota Bengkulu, masih berada di 0,90 persen, jauh di bawah target maksimal 16%.

Secara angka memang naik dibandingkan tahun sebelumnya, namun secara persentase masih di bawah ambang batas yang ditetapkan. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya