Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting agar tidak meningkat lagi pada 2026 mendatang.
Kepala Sub Koordinator Substansi Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Yupita di Bengkulu, mengatakan, Pemkot terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting tidak bertambah atau meningkat pada 2026 mendatang. "Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,," katanya.
Dengan dukungan bersama, lanjut dia, Dinkes dapat memastikan anak-anak di Kota Bengkulu, tumbuh sehat dan cerdas. Sebagai langkah konkret, Dinkes telah menggandeng sejumlah pihak, antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Baznas Kota Bengkulu.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran bantuan makanan bergizi seperti telur dan susu kepada anak-anak berisiko stunting. Selain itu, edukasi kepada orang tua juga terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh sehat.
"Dengan sinergi lintas sektor diharapkan angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak-anak di daerah ini semakin meningkat," imbuhnya.
Menjelang akhir tahun 2025, kata dia, Dinkes mencatat sebanyak 52 kasus anak dengan stunting di Kota Bengkulu. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 lalu, yang tercatat hanya sebanyak 41 kasus.
Meskipun mengalami peningkatan, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan target nasional. Saat ini, persentase kasus stunting di Kota Bengkulu, masih berada di 0,90 persen, jauh di bawah target maksimal 16%.
Secara angka memang naik dibandingkan tahun sebelumnya, namun secara persentase masih di bawah ambang batas yang ditetapkan. (H-1)
Pemkot Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menggelar pasar murah yang tersebar disembilan kecamatan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru)
Pemkot Bengkulu, memastikan target distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh sekolah terus diupayakan agar tuntas paling lambat Desember 2025.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus melakukan gerakan program tanam 3.000 pohon untuk satu pohon satu rumah (Sapo Suruh).
Dengan pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dan memanfaatkan kesempatan untuk membeli barang dengan harga diskon di bawah harga grosir.
Saat ini, lanjut dia, Kota Bengkulu, telah mengalami deflasi, yang menjadi indikasi positif terhadap perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved