Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan dana zakat sebesar sebesar Rp900.017.350 kepada penerima manfaat (mustahiq). Zakat yang sering diistilahkan dengan sebutan sedekah wajib itu diberikan kepada mahasiswa fakir miskin atau warga kampus dan masyarakat sekitarnya.
Itu merupakan zakat yang dikumpulkan dari karyawan, dosen, sivitas akademika dan lainnya. Pengelolanya adalah Rumah Amal Masjid Jami'k Universitas Syiah Kuala melalui lembaga amil zakat, infaq, dan shadakah.
Lembaga yang bergerak di bidang kepedulian sosial lingkungan kampus tersebut sudah berdiri sejak 2016. Kegiatannya antara lain yaitu menghimpun dan menyalurkan dana (zakat, infaq dan shadaqah).
Imam besar Masjid Jami'k USK yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kewirausahaan, Prof Mustanir, kepada Media Indonesia, Rabu (22/10) mengatakan, Dana zakat itu diawali penyalurannya secara simbolis di Balai Senat, oleh Rektor Prof Marwan pada (16/10).
Rektor melalui Media Indonesia menyampaikan, terimakasih dan penghargaan kepada Rumah Amal Masjid Jamik USK atas kerja keras dan konsistensi dalam menyalurkan bantuan kepada mahasiswa dan masyarakat. Apalagi telah banyak menyalurkan berbagai program bantuan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
“Tujuan utama pendirian lembaga ini adalah untuk memperkuat kepedulian sosial kampus, membantu mahasiswa yang membutuhkan, serta menyalurkan zakat dari dosen, tenaga kependidikan, dan para donatur lainnya secara tepat sasaran, " ujar Prof Marwan.
Dikatakannya, zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui Rumah Amal ini merupakan bentuk nyata solidaritas sivitas akademika USK. Ini untuk upaya memastikan tidak ada mahasiswa yang terhambat dalam menempuh pendidikan karena kendala ekonomi.
Menurut Marwan, mahasiswa adalah penerima manfaat yang paling berhak memperoleh bantuan ini. Lalu Rumah Amal USK juga menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang sedang menempuh pendidikan pada kampus negeri tertua di Aceh itu.
“Kami menyambut dengan terbuka apabila nantinya ada mahasiswa Palestina lain yang ingin melanjutkan studi di kampus ini," kata Rektor lulusan Doktor Birmingham University Inggris tersebut.
Tidak lupa Marwan berpesan, agar para penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan belajar dan pengembangan diri. Beasiswa ini mungkin belum menutupi seluruh kebutuhan.
“Kami berharap dapat dimanfaatkan secara maksimal. Gunakan bantuan ini untuk hal-hal produktif, bukan konsumtif. Jadikan kesempatan ini sebagai penyemangat untuk meningkatkan prestasi, karakter, dan keterampilan diri, " tambahnya.
Adapun Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, S Farm., M Farm, Apt, menjelaskan dana zakat tersebut disalurkan dalam bentuk beasiswa dan bantuan sosial kepada 397 mahasiswa atau penerima manfaat.
Dana tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yaitu Beasiswa Pendidikan Rumah Amal yaitu Uang Kuliah Tunggal (BPRA-UKT) sebesar Rp482.221.500 untuk 267 mahasiswa.
Lalu beasiswa Palestina sebesar Rp407.974.850 untuk 9 mahasiswa asal Palestina yang sedang menempuh studi di USK dan program Rumah Amal Peduli Sigra. Itu berupa bantuan bahan pokok senilai Rp9.821.000 bagi 124 penerima manfaat dari masyarakat sekitar kampus.
“Semua dana yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur, muzakki, dan mitra yang ingin berkontribusi bagi kemajuan Pendidikan mahasiswa dan kesejahteraan masyarakat," kata Tedy.
Penuh semangat Tedy menuturkan, Rumah Amal USK terus berupaya mengelola zakat, infak, dan sedekah dengan amanah dan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. (H-1)
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PEMULIHAN kembali kawasan terdampak banjir besar Sumatra menjadi momentum membangun Aceh lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
DAMPAK banjir bandang pada Rabu 26-27 November 2025 lalu hingga kini masih belum tertangani. Namun, kekhawatiran masyarakat provinsi Aceh masih belum berakhir.
Ketua PKM Bidang Air Bersih dan Sanitasi Prof Akhyar mengatakan, pendekatan teknis dan partisipatif adalah kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved