Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di tengah meningkatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Melalui kebijakan yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Bandung yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Komitmen itu ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menjadi narasumber utama dalam seminar bertajuk “Transformasi Kebijakan dan Inovasi Pengelolaan Sampah Menuju Bandung Berkelanjutan” yang digelar oleh Program Studi Administrasi Publik Fisip Universitas Pasundan (Unpas) bekerja sama dengan Envmission, Jumat (17/10), di Aula Suradiredja, Kampus I Unpas, Jalan Lengkong, Bandung.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Unpas dan Envmission atas penyelenggaraan kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujar Erwin.
INOVASI DAN KOLABORASI JADI KUNCI
Erwin menjelaskan bahwa Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.
Upaya tersebut meliputi penyesuaian regulasi, penerapan edukasi Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) secara masif, pengembangan Kampung Bebas Sampah (KBS) di tingkat kecamatan dan RW, serta inovasi pengolahan sampah organik melalui pemanfaatan maggot.
“Bandung berkomitmen menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.
PERAN AKADEMISI DAN TEKNOLOGI DIGITAL
Akademisi FISIP Unpas Mira Rosana menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan. “Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga motor perubahan sosial. Lewat forum seperti ini, kami ingin mendorong munculnya gagasan baru dalam tata kelola lingkungan perkotaan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Envmission, Hikamul Haq Ridwan, menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan sampah modern. Ia menegaskan, Envmission terus mendorong partisipasi masyarakat melalui sistem digitalisasi pengelolaan sampah yang transparan, efisien, dan terukur.
SINERGI PEMERINTAH, AKADEMISI DAN MASYARAKAT
Melalui kegiatan ini, FISIP Unpas berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan solusi konkret pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain. (E-2)
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved