Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tim khusus juga dibentuk untuk melakukan inspeksi ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menjelaskan dari total 75 SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Cirebon, baru 26 unit yang mengajukan permohonan SLHS. Dari jumlah yang sudah mengajukan SLHS tersebut, belum ada satu pun yang dipastikan lolos dan mendapatkan sertifikat tersebut. “SLHS adalah syarat mutlak, tanpa sertifikata itu kualitas kebersihan dan keamanan pangan sulit dipastikan,” tutur Eni, Kamis (2/10).
Dijelaskan Eni, banyaknya kasus keracunan massal pasca mengonsumsi MBG di daerah lain merupakan alarm untuk pelaksanaan MBG di Kabupaten Cirebon. “Di Kabupaten Cirebon memang belum ada kasus keracunan MBG, namun pengalaman di daerah lain sudah cukup menjadi alarm dini bagi kita untuk berhati-hati,” tutur Eni.
Untuk itu, lanjut Eni, Dinkes Kabupaten Cirebon menurunkan tim khusus untuk melakukan inspeksi ke dapur dan fasilitas pengolahan makanan milik setiap penyedia MBG. Pemeriksaan yang dilakukan di dapur MBG diantaranya meliputi kondisi dapur, kualitas air, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta kebersihan peralatan masak dan makan. “Petugas juga melakukan uji usap pada alat dapur untuk memastikan tidak ada kontaminasi bakteri berbahaya,” tutur Eni.
Inspeksi yang dilakukan Dinkes Kabupaten Cirebon ini mengacu pada Permenkes Nomor 17 tahun 2020 tentang penyelenggaraan hygiene sanitasi jasa boga. “Artinya standar yang diterapkan bukan sebatas cek fisik, melainkan juga pengujian laboratorium sederhana. “Kami ingin memastikan setiap tahap, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian, tidak ada yang luput dari kontrol kesehatan,” tutur Eni.
Selanjutnya sebagai upaya untuk mempercepat pemenuhan SLHS, Eni mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan pemangku kebijakan lain agar sertifikasi dapat segera dipenuhi oleh seluruh penyedia MBG. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Selain itu, kami juga tidak ingin ada celah yang bisa membahayakan anak-anak. Semua stakeholder harus ikut mengawasi, termasuk sekolah penerima MBG. Jangan hanya mengandalkan pembinaan dari Dinkes,” tutur Eni.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Cirebon juga menyiapkan program penyuluhan higienitas pangan kepada seluruh pengelola SPPG. Materi yang disampaikan mencakup cara penyimpanan bahan makanan, manajemen waktu memasak, teknik penyajian yang aman, hingga tata cara pencucian tangan yang benar. “Kunci utama keberhasilan program MBG bukan hanya terletak pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada keterlibatan tenaga ahli gizi di setiap SPPG,” tutur Eni.
Keberadaan ahli gizi menurut Eni wajib untuk memastikan menu yang disajikan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak sekolah. “MBG tidak boleh berhenti pada sekadar kenyang. Anak-anak harus sehat, tumbuh optimal, dan benar-benar mendapatkan gizi seimbang,” tutur Eni.
Selanjutnya Eni juga mengungkapkan bahwa Dinkes Kabupaten Cirebon juga membuka kesempatan bagi setiap SPPG untuk mengikuti pelatihan penjamah makanan. “Pelatihan ini dirancang guna meningkatkan keterampilan dasar pengolahan makanan sesuai standar kesehatan,” tutur Eni. Mulai dari sterilisasi peralatan, teknik memasak yang benar, hingga aturan penggunaan air bersih yang bebas bakteri e.coli. (H-3)
DI retret Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menuturkan, program MBG menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk menjawab persoalan gizi anak dan kemiskinan struktural.
Naiknya CBP menjadi 4 juta ton karena produksi di tahun depan diperkirakan meningkat ketimbang tahun ini.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
DPR menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
APPMBGI bakal memastikan bahwa program MBG aman bagi anak-anak, adil bagi para pelaksana di lapangan, dan membanggakan bagi Indonesia.
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Penggunaan Silpa berjalan secara transparan. Pemanfaatannya dilakukan untuk program prioritas.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
Tingkat okupansi yang melampaui 100% tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved