Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Di antaranya dengan terus mengerahkan pasukan Manggala Agni ke sejumlah titik Karhutla.
"Di dalam menjalankan tugas untuk pengendalian kebakaran ini, kami dari Kementerian Kehutanan telah menurunkan tim gabungan Manggala Agni di Rokan Hilir berjumlah 118 personel. Tim ini juga tersebar dari empat Daops (Daerah Operasi) yang ada di Provinsi Riau," kata Dirjen PDASRH Diah Murtiningsih di Pekanbaru, Sabtu (26/7).
Dijelaskannya, terdapat delapan lokasi masih menjadi prioritas penanganan intensif oleh tim Manggala Agni. Pertama berada di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Kemudian, Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas Jaya Indragiri Hilir.
Selanjutnya, di Kabupaten Rokan Hilir terdapat dua wilayah yakni Desa Bangko Bakti Kecamatan Bangko Pusako, serta Desa Rantau Panjang Kiri Kecamatan Kubu Babussalam. Sementara itu, di Kabupaten Kampar, upaya pemadaman dilakukan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang dan Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu.
Wilayah lainnya berada di Kabupaten Siak, tepatnya Desa Jambai Makmur, Kecamatan Kandis. Satu titik api lainnya berada di wilayah Kota Dumai, yaitu Kelurahan Bagan Keladi.
“Sampai dengan hari ini tim Manggala Agni kami masih dalam proses memastikan bahwa titik api di delapan lokasi tersebut benar-benar padam. Mereka terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauan sistem SiPongi, terdapat 14 titik api yang terdeteksi. Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan, empat di antaranya bukan merupakan kebakaran aktif.
"Dari pantauan kami, hanya ada 10 titik api kategori medium yang masih dalam proses pengecekan. Namun, biasanya kategori medium belum tentu menyebabkan kebakaran nyata," terangnya.
Selain pengerahan personel darat, operasi pemadaman melalui modifikasi cuaca (OMC). Menurutnta, upaya ini membuahkan hasil dengan turunnya hujan di beberapa wilayah Provinsi Riau.
“OMC sudah dilakukan, dan terpantau hujan turun di wilayah Rokan Hilir, Dumai, Siak, dan Pekanbaru. Intensitasnya sedang hingga tinggi, ini tentu sangat membantu proses pemadaman dari udara maupun darat." pungkasnya.(H-1)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan Operasi Perbantuan Pascabencana hingga hari ke-18 di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan Manggala Agni merupakan tulang punggung keselamatan hutan di Indonesia.
Tidak jarang para petugas Manggala Agni harus berhari-hari tidak pulang, menyisir lahan ratusan hektar untuk memadamkan titik api.
LEBIH dari 800 hektare (Ha) luasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditangani tim pemadam Manggala Agni di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dinyatakan clear atau tuntas.
SABAN tahun setiap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Riau, nama Manggala Agni yang merupakan pasukan pemadam kebakaran hutan selalu disebut-sebut.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dipastikan sudah terus membaik.
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Kejaksaan Agung mendatangi Dirjen Planologi Kemenhut untuk pencocokan data perubahan fungsi hutan lindung. Kejagung dan Kemenhut tegaskan bukan penggeledahan.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana banjir bandang di Sumatra.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya penanganan kayu gelondongan sisa bencana Sumatra, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Pihak Kemenhut menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung adalah pencocokan data, bukan penggeledahan, dan seluruh rangkaian proses berjalan dengan baik, tertib, serta kooperatif.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved