Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH daerah di Jawa Tengah kembali berpeluang diguyur hujan ringan-sedang Senin (14/7), gelombang tinggi capai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang (rob) di perairan utara meningkat, sehingga diminta warga waspadai bencana hidrometeorologi.
Sempat dilanda cuaca ekstrem di 3 daerah yakni Grobogan, Kudus dan Demak pada dini hari, hujan ringan-sedang berpelua g mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50%-95%.
Gelombang tinggi berkisar 2,5-4 meter juga masih berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah dan ketinggian gelombang 1,25-2,5 terjadi di perairan utara terutama Karimunjawa serta air laut pasang (rob) kembali meningkat di perairan utara, sehingga berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
"Waspadai banjir rob meningkat di sejumlah daerah di Pantura, karena air laut pasang setinggi maksimum 1 meter pada pukul 10.00-14.00 WIB juga meningkat, dengan durasi waktu lebih panjang dibandingkan sebelumnya," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini Senin (14/7).
Gelombang tinggi masih berlangsung di perairan selatan, lanjut Retna Swasti Karini, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, kapal barang dan penumpang, sedangkan banjir rob di Pantura Jawa Tengah tersebut cukup mengganggu transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono mengatakan meskipun tidak sampai terjadi cuaca ekstrem, sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang terutama pada sore-malam yakni Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Blora, Temanggung, Magelang, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Cuaca pada pagi pada umumnya cerah, namun tetap diminta sedia payung sebelum hujan untuk sejumlah daerah dilanda hujan ringan-sedang tersebut," ujar Agus Triyono.
Jalur Pantura Semarang-Demak, Senin (14/7) pagi mengering, namun ancaman banjir rob masih tinggi yang dapat mengganggu transportasi antar daerah. (H-1)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Pembuatan tanggul darurat itu sebagai upaya pencegahan banjir rob yang sering merendam pemukiman warga.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Diprediksi, puncak banjir rob itu akan terjadi besok, Jumat (5/12).
SELALU ada pilu yang membuat lutut gemetar tiap mendengar ramalan ilmuwan tentang dunia yang makin kerontang.
Cuaca pada pagi-siang di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki sore hingga awal malam hujan ringan turun secara merata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved