Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedy Mulyadi mengeluarkan keputusan Nomor: 463.1/Kep.323-Disdik/2025 yakni memperbolehkan jumlah siswa dalam satu kelas mencapai hingga 50 siswa. Jumlah itu melebihi batas maksimal yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (saat ini Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) yaitu 36 siswa. Kebijakan ini menuai beragam respons, termasuk dari kepala sekolah SMAN 3 Purwakarta, Jabar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Purwakarta yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Purwakarta, Asep Mulyana, menyatakan langkah ini adalah solusi pragmatis dan berani di tengah krisis angka putus sekolah yang mengkhawatirkan.
Menurut Asep, selama ini sistem pendidikan terlalu fokus mengejar kualitas dengan hasil yang belum signifikan. Menurutnya pendekatan itu perlu diubah, yakni fokus pada kuantitas terlebih dahulu, agar semua anak bisa mengakses pendidikan. Langkah ini,menurut Asep, akan berdampak langsung pada kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar.
Dengan penambahan siswa per kelas, kata dia, kebutuhan seperti meja, kursi, serta ruang belajar harus segera dipenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan Juli.
"Kalau dari 36 ke 50 siswa per kelas, itu artinya butuh tambahan 14 meja dan kursi. Belum lagi ruangannya, pengaturan duduknya. Pemerintah harus gerak cepat,” kata Asep Mulyana kepada Wartawan, Jumat (4/7).
Dikatakan Asep Mulyana perubahan ini akan berdampak pada beban kerja guru. Namun, Asep yakin para guru siap menghadapi tantangan demi mengentaskan anak dari risiko putus sekolah.
Asep berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera menyalurkan bantuan berupa meja, kursi, dan ruang kelas tambahan agar pelaksanaan kebijakan ini tidak mengganggu kenyamanan belajar siswa. (H-4)
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Usia 58 tahun menjadi bukti perjalanan panjang dedikasi dan komitmen Labschool dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wali Kota Tangerang menginstruksikan pembenahan total pada bangunan SD dan SMP Negeri agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Pihak sekolah perlu menerapkan pendekatan yang bersifat edukatif dan kontekstual agar kebijakan pembatasan gawai tidak dipandang negatif oleh peserta didik.
Gavin menjadi siswa pertama dari Indonesia yang berhasil meraih predikat Top In World di ujian Cambridge IGCSE.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter mencatat antusiasme tinggi dari pelajar berbagai daerah. Dari 231 siswa yang mendaftar, sebanyak 158 siswa terpilih sebagai official delegates.
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved