Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN warga desa sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Trotekon, Kecamatan Pedan, menggeruduk Kantor Bupati Klaten, Rabu (14/5).
Dalam aksi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat Polres Klaten, mereka menyuarakan permasalahan atau dampak dari keberadaan TPA Troketon.
Setiba di depan kompleks Kantor Bupati, Marko selaku koordinator aksi berorasi bahwa permasalahan sampah di Klaten belum terselesaikan sampai saat ini.
Permasalahan sampah yang belum tertangani tersebut, tidak sesuai dengan jargon Klaten Bersinar, yaitu bersih, sehat, indah, nyaman, aman, dan rapi.
“Kami mengritisi keras, bahwa TPA Troketon saat ini hanya menjadi tempat pembuangan akhir sampah, bukan tempat pemrosesan akhir sampah,” kata Marko.
Karena itu, efek dari TPA Troketon sangat luar biasa, pertanian di sekitar tidak produktif dan para pelaku UMKM tutup karena banyak lalat hijau beterbangan.
Di sisi lain, air tanah yang sehari-hari biasa dikonsumsi tercemar. Pun, air lindi yang meluber ke permukiman warga itu menimbulkan bau yang sangat menyengat.
Aksi demo warga sekitar TPA Troketon langsung ditemui Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, dan perwakilan dari mereka diminta masuk ruang sidang DPRD Klaten.
Di ruang sidang DPRD telah hadir menunggu, yaitu Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Ketua DPRD Edy Sasongko, Komandan Kodim, Kajari, dan Kapolres Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, Marko menyampaikan bahwa TPA Troketon dijadikan bisnis gelap dengan menerima sampah dari laur daerah, seperti dari Yogyakarta dan Sukoharjo.
“Sampah luar daerah itu bisa masuk TPA Troketon dengan membayar Rp700 ribu per satu truk. Kami minta pemerintah daerah segera permalahan itu ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kemudian, Suhardi dari Aliansi Masyarakat Klaten Peduli TPA Troketon (Ampera) menyampaikan sembilan tuntutan kepada Pemkab Klaten terkait permasalahan TPA tersebut. Salah satu tuntutan yang disampaikan, yaitu pemenuhan hak kesehatan masyarakat berupa jaminan kesehatan dan klinik kesehatan, sesuai Perda Klaten No 6 Tahun 2018.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Hamenang mengatakan bahwa pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan lima perusahaan untuk pengelolaan sampah di Klaten.
Ada dua teknologi baru yang ditawarkan, yaitu insenerator dan termal plasma. Namun, untuk menyelesaikan masalah dengan teknologi terbaru itu investasinya tinggi.
“Kami sampaikan terima kasih kepada peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi tentang permasalahan sampah ini dengan tepat dan baik,” ujar Bulati Klaten. (JS/E-4)
Bus diberangkatkan ke titik kumpul pemberangkatan pemudik gratis di TMII Jakarta. Bus musik gratis itu nanti tiba di Klaten pada 17 Maret 2026.
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
RIBUAN buruh melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, hari ini. Demo buruh itu menolak upah minimum provinsi atau UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,7 juta.
23 organisasi menggelar demo buruh di Balai Kota DKI Jakarta meminta Upah Minimum Provinsi atau UMP naik menjadi Rp6 juta
aksi tergabung dalam Aliansi federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh se-Jakarta melakukan demo di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/11). Mereka menuntut UMP sebesar Rp6 juta.
WARGA, Bogor, yang terdampak kebijakan penutupan sejumlah lokasi wisata gagal berdialog dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq
Gelombang demo yang mengguncang negeri pada akhir Agustus 2025 bukan sekadar letupan emosi sesaat. Ia adalah alarm keras yang menandakan keresahan rakyat sudah terlalu lama menumpuk
Anis mencatat di seluruh Indonesia ada 5.000 lebih orang ditangkap. Komnas HAM sudah turun ke 13 provinsi dan 19 kabupaten/kota untuk mendalami itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved