Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah sejak Jumat (28/3) pukul 17.00 WIB mengakibatkan berbagai bencana di sejumlah wilayah. Laporan awal Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kebumen mencatat kejadian ini memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di berbagai kecamatan. Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak banjir di 15 titik yang tersebar di 12 desa.
Genangan air dengan ketinggian hingga 50 cm dilaporkan terjadi di Kecamatan Kebumen, Sruweng, Karanganyar, Alian, Padureso, Rowokele, dan Adimulyo. Banjir di Kecamatan Kebumen merendam sejumlah ruas jalan utama, sementara di Kecamatan Sruweng, air menggenangi jalan depan Pasar Karangjambu hingga setinggi 50 cm. Di Kecamatan Karanganyar, luapan sungai menyebabkan banjir di beberapa desa, termasuk Desa Candi dan Desa Karangkemiri.
Tanah longsor juga terjadi di dua kecamatan, yakni Sempor dan Karanganyar. Material longsor menutupi jalan penghubung Klopogodo – Poh Kumbang di Kecamatan Sempor, sementara di Kecamatan Karanganyar, longsor di Desa Grengeng menghambat akses warga.
Selain itu, angin kencang melanda tiga kecamatan dan menyebabkan pohon tumbang yang berdampak pada permukiman serta akses jalan. Di Kecamatan Kuwarasan, pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Banjareja. Di Kecamatan Buayan, pohon bambu tumbang menghalangi jalan penghubung Buayan – Rowokele, namun telah berhasil dievakuasi. Sementara di Kecamatan Kebumen dan Adimulyo, pohon tumbang menimpa rumah warga serta fasilitas umum.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir, termasuk Desa Bonjok dan Arjosari di Kecamatan Adimulyo, Kelurahan Panjatan di Kecamatan Karanganyar, serta Somalangu dan Sumberadi di Kebumen. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Dalam agenda tersebut, Bupati didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Edi Rianto, serta para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka meninjau langsung kondisi lapangan dan mengawasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim SAR, TNI/Polri, aparat kecamatan, serta para relawan dalam menangani dampak bencana.
“Kami telah mengunjungi posko pengungsian di Desa Bonjok, kemudian ke Arjosari di Adimulyo, lalu Kelurahan Panjatan, dan selanjutnya ke Somalangu. Alhamdulillah, penanganan sudah berjalan baik. Tim BPBD bersama TNI/Polri dan relawan bekerja sejak semalam dengan mendirikan posko darurat,” ujar Bupati, Sabtu (29/3).
Selain itu, dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Bupati menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja maksimal dalam penanganan bencana agar permasalahan di lapangan dapat segera diselesaikan.
Sebagai langkah pemulihan, pemerintah daerah siap memfasilitasi warga yang kehilangan dokumen penting akibat banjir. Bupati meminta camat serta aparat kelurahan dan desa untuk mendata warga yang membutuhkan penggantian dokumen administrasi kependudukan.
“Yang patut kita syukuri adalah tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Saat ini, banjir sudah mulai surut, dan sebagian besar warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah. Semoga situasi tetap kondusif, terutama menjelang Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Edi Rianto mengungkapkan bahwa tanggul jebol di Kelurahan Panjatan akan segera ditangani secara darurat oleh pemerintah bersama masyarakat. Langkah awal dilakukan dengan memasang tumpukan karung berisi batu dan pagar kayu.
“Tanggul ini sebenarnya sudah masuk dalam rencana perbaikan tahun ini. Namun, karena faktor administratif dan kejadian yang tak terduga, tanggul jebol lebih dulu. Untuk sementara, kami lakukan penanganan darurat sebelum perbaikan permanen dilakukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono menyampaikan bahwa banjir di wilayah Kebumen secara umum sudah mulai surut. Sebanyak 222 warga di Kecamatan Adimulyo, khususnya di Desa Arjosari dan Bonjok, sempat mengungsi. Kini, sebagian besar telah kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material banjir.
Tim kebencanaan juga terus melakukan evakuasi dan pemulihan di berbagai titik, termasuk menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga serta membersihkan material longsor di bahu jalan. “Tidak ada rumah yang terdampak longsor maupun korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambahnya. (H-4)
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved