Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 dijalankan masyarakat di tengah keadaan ekonomi yang sulit. Apalagi bagi mereka yang memiliki anggota keluarga banyak, sedangkan pendapatan tidak menentu.
Menyikapi kondisi demikian, Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh sejak dua hari terakhir menggelar pasar murah bahan kebutuhan pokok untuk umum.
Pasar murah bernama Bazar Ramadan ini berlangsung terbuka di pekarangan Masjid Jamik Kampus Darussalam, supaya mudah terjangkau masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir, kepada Media Indonesia, Selasa (18/3) mengatakan, pasar murah ini kerja sama dengan Rumah Amal Masjid Jami USK, Pertamina Petra Niaga, Bulog, Dinas Pangan Aceh, dan Pasar Tani.
Bahan pokok yang disediakan adalah berasa medium ukuran 5 kg, minyak goreng Bimoli Spesial 2 liter, telur ayam ukuran 1 papan, dan gula pasir ukuran 2 kg. Empat jenis bahan komoditas itu dimasukkan dalam satu paket. Harganya mendapat subsidi lebih murah yaitu menjadi Rp162.000/paket dari harga di pasaran Rp212.000/paket.
Dikatakan Mustanir, supaya lebih tertib dan lancar, pembeliannya dilakukan dengan cara menggunakan kupon. Setiap pembeli harus memperoleh atau menebus satu kupon/paket untuk satu orang.
"Peminatnya ramai sehingga harus antre. Walaupun terbatas, semoga bermanfaat untuk semua. Terima kasih telah mengunjungi kami, insya Allah mendapat berkah," tutur Wakil Rektor Mustanir.
Penanggung jawab kegiatan bazar, Novi Indriyani Sitepu, mengatakan tujuan Bazar Ramadan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar dalam mendapatkan kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.
"Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat, khususnya mustahik zakat di sekitar kampus, agar mereka bisa merasakan kebahagiaan di bulan Ramadan dengan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Novi Indriyani.
Sedangkan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Kampus Kopelma USK Darussalam, Prof Alfiansyah Yulianur, mengapresiasi kegiatan bazar ini sebagai bentuk kepedulian sosial kampus terhadap masyarakat.
"Bazar Ramadhan ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bagian dari semangat berbagi dan mempererat hubungan antara universitas dengan masyarakat sekitar. Masjid Jamik Kampus Kopelma Darussalam akan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini agar kebermanfaatannya semakin luas," tutur Alfiansyah. (MR/E-4)
Selain menurunkan 719 Tematik, kali ini USK juga melepaskan 219 peserta KKN program Reguler XXVIII.
Dokter Dewi Inong menjelaskan dari perspektif kesehatan, perilaku seks bebas dan hubungan sesama jenis berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor USK Prof Rusli Yusuf mengatakan, penetapan bakal calon rektor ini menandai bahwa tahapan verifikasi berkas dari seluruh bakal calon telah tuntas.
Doktor Syamsulrizal M Kes, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mendaftar sebagai calon Rektor USK periode 2026-2031.
CASCAREV tidak hanya menjawab tantangan penyediaan air bersih, tetapi juga mengurangi limbah pertanian yang berpotensi mencemari lingkungan.
Pelatihan bahasa Jepang melalui UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Bahasa USK membuka peluang besar bagi pemuda Aceh.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PEMULIHAN kembali kawasan terdampak banjir besar Sumatra menjadi momentum membangun Aceh lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
DAMPAK banjir bandang pada Rabu 26-27 November 2025 lalu hingga kini masih belum tertangani. Namun, kekhawatiran masyarakat provinsi Aceh masih belum berakhir.
Ketua PKM Bidang Air Bersih dan Sanitasi Prof Akhyar mengatakan, pendekatan teknis dan partisipatif adalah kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved