Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WASPADAI cuaca ekstrem di 26 daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian selatan dan sebagian Pantura Senin (17/2), bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman karena hujan intensitas ringan-sedang berpeluang tersebar merata di provinsi ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Senin (17/2) mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung di sejumlah daerah di Jawa Tengah, karena cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 26 daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian selatan.
Pada pagi cuaca umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam peluang hujan ringan-sedang akan mengguyur seluruh daerah di Jawa Tengah secara merata dengan waktu bervariasi, bagian dapat berubah menjadi cuaca ekstrem di sejumlah daerah tersebut.
"Waspadai cuaca ekstrem masih berpotensi di 26 daerah di Jawa Tengah serta gelombang tinggi di perairan selatan yang mencapai 4 meter," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N Senin (17/2).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.00 WIB, lanjut Arif, potensi cuaca ekstrem 26 daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan sejumlah daerah lain, menurut Arif, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang seperti Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Ungaran, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Semarang, Pekalongan dan Tegal. "Kondisi ini dapat berdampak munculnya bencana hidrometeorologi terutama di daerah rawan bencana," imbuhnya.
Angin bertiup dari barat ke utara berkecepatan 3-25 kilometer per jam, ungkap Arif, suhu berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, gelombang tinggi di perairan utara 0,5-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 1-4 meter cukup berisiko untuk aktivitas pelayaran.(H-2)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Bencana seperti, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung rawan terjadi di saat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari mendatang.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah, selain menimbulkan kerugian harta benda juga mengakibatkan korban meninggal dan luka.
Gelombang tinggi hinggi 1,26-2,6 meter terjadi di sejumlah perairan utara cukup berisiko terhadap kegiatan pelayaran.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 25 daerah di Jawa Tengah.
CUACA ekstrem yang terjadi di pantura timur Jawa Tengah berdampak bencana hidrometeorologi yakni banjir, longsor, dan angin ribut melanda sejumlah daerah seperti Kudus, Blora, dan Rembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved