Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETERNAK di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diminta untuk segera melaporkan hewan ternak mereka yang terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Mohon bisa secepatnya menghubungi petugas kami yang ada di UPT, agar bisa segera dilakukan penanganan," tutur Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, Senin (20/1).
Dijelaskan Durahman, pihaknya telah bergerak cepat untuk menangani wabah PMK yaitu dengan memberikan pengobatan dan langkah pencegahan. Di antaranya dengan memberikan antibiotik dan vitamin yang dikemas dalam suntikan untuk sapi yang terindikasi terjangkit PMK.
"Sapi yang mengeluarkan air liur yang banyak dan luka di kaki langsung diberi pengobatan tersebut," tutur Durahman.
Selain memberikan pengobatan, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon juga melakukan sterilisasi kandang dengan menyemprotkan disinfektan. "Tujuannya agar kandang bisa steril kembali," tutur Durahman.
Berkat upaya yang dilakukan, sebanyak 2 ekor sapi dari 38 ekor sapi yang terpapar PMK kini sudah dinyatakan sembuh. "Sedangkan yang lainnya juga mulai menunjukkan gejala-gejala yang lebih baik," tutur Durahman.
Ia menambahkan, penyebab penyebaran PMK kali ini lebih dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi daya tahan hewan ternak. "Sejauh ini pengamatan kami dengan teman-teman veteriner itu biasanya dari cuaca, karena di Desember-Januari suhunya dingin sekali," tutur Durahman. (UL/E-2)
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Penggunaan Silpa berjalan secara transparan. Pemanfaatannya dilakukan untuk program prioritas.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
Tingkat okupansi yang melampaui 100% tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved