Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN desa di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tergenang banjir sejak Sabtu (28/12) malam dan masih berlangsung sampai Minggu (29/12).
Ketinggian air di permukiman penduduk mencapai lutut orang dewasa. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut.
Empat dari delapan desa yang tergenang itu terletak di Kecamatan Malaka Barat yakni Oan Mane, Fafoe, Sikun, dan Motaain, Sedangkan empat desa lainnya terdapat di Kecamatan Malaka Tengah, yakni Naimana, Fahiluka, Lawalu, dan Railor Tahak.
Warga Malaka, Gonza Bria, mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Benanain yang membelah wilayah tersebut. "Selain itu, banjir disebabkan tanggul yang belum selesai dikerjakan sehingga air meluap melalui lokasi yang belum dikerjakan itu," ujarnya.
Ditambahkannya, di Dusun Busaleo, Desa Oan Mane, air sungai meluber lewat proyek tanggul yang belum dikerjakan. "Air masuk melalui lokasi itu hingga mengenangi rumah penduduk," ujarnya.
Dia menyebutkan, banjir menyebabkan lahan pertanian milik warga seperti tanaman hortikultura dan padi tergenang dan kemungkinan tidak dapat diselamatkan.
Warga lainnya, Korinus Nabutak, yang dihubungi di lokasi berbeda mengatakan masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke rumah warga lainnya yang terletak di ketinggian.
Masyarakat juga menaikkan barang-barang mereka ke atas lemari maupun ke loteng rumah untuk mencegah terbawa banjir. "Saat ini warga sedang evakuasi barang-barang mereka ke rumah tetangga yang ada di ketinggian," jelasnya.
Meluapnya Sungai Benanain akibat hujan lebat yang turun di hulu sungai sejak beberapa hari terakhir. Namun, belum ada laporan berapa warga yang mengungsi dan kerugian akibat banjir tersebut. (PO/E-2)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved