Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berstatus Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi seiring kondisi cuaca buruk yang menyebabkan meningkatnya intensitas bencana berupa banjir, angin kencang dan tanah longsor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, M Fitri Heryadi, Rabu (18/12), mengatakan bencana hidrometeoroligi berupa banjir, angin kencang dan tanah longsor (batingsor) mengancam wilayah Kalsel akibat tingginya intensitas hujan disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel.
Lima kabupaten/kota di Kalsel yang saat ini telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut. Terkait hal ini, Selasa (17/12) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan dana siap pakai logistik dan peralatan serta dana operasional kepada lima kabupaten/kota di Kalsel. Penyerahan bantuan BNPB ini diserahkan Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan bersama didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI, Sudian Noor, di sela-sela kegiatan resesnya di Kalsel.
"Bantuan dana siap pakai logistik dan peralatan ini sebagai stimulan dalam rangka memperkuat mitigasi bencana dan meringankan beban anggaran BPBD sekaligus mendukung penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di daerah,” kata Berton
Pada bagian lain sejumlah wilayah di Provinsi Kalsel terendam banjir akibat pengaruh pasang air laut (rob) sejak beberapa hari terakhir. Rob melanda wilayah pesisir seperti Kabupaten Kotabaru. Sementara pasang laut dan sungai juga menyebabkan sebagian wilayah di Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin terendam.
Di Kotabaru, banjir rob melanda dua kecamatan yaitu Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam, sejak dua hari terakhir. BPBD Kotabaru mencatat banjir merendam areal permukiman rumah warga dengan ketinggian banjir mencapai setengah meter. Sementara di Banjarmasin, sejak sepekan terakhir permukiman warga, fasilitas umum termasuk jalan yang berada di wilayah dataran remdah terendam banjir akibat pengaruh pasang air laut dan sungai. Air pasang terjadi menjelang tengah malam dan surut saat pagi hari. Kondisi ini juga dipicu tingginya curah hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir. (H-3)
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved