Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut pihaknya melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan di Sukabumi yang kini tengah terdampak banjir. Hal itu karena saat ini banjir Sukabumi masih meluas.
“Tadi pagi di Menko PMK jadi untuk modifikasi cuaca di Jakarta, dan juga di Jawa Barat khususnya di Sukabumi untuk mengurangi hujan,” ujar Bey, yang dikutip Rabu (11/12).
“Dilakukan kajian bahwa modifikasi cuaca itu tidak langsung tidak ada hujan tapi mengurangi intensitasnya. Jawa Barat termasuk,” tambahnya.
Adapun Bey mengatakan hingga saat ini, jumlah desa terdampak bencana banjir di Sukabumi meningkat dari 172 menjadi 176 desa di 39 kecamatan.
"Kami berharap masyarakat tetap waspada," kata Bey Machmudin.
Ia mengatakan, bencana ini mengakibatkan 10 korban meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian. Pencarian korban terus dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. (Z-9)
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi cuaca ekstrem dengan membangun koridor pengendalian hujan dari Perairan Selat Sunda hingga Kabupaten Tangerang
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
Perpanjangan ini penting karena Jawa Timur sedang berada di puncak musim hujan, dengan curah hujan yang tinggi dan intensitas yang bisa menyebabkan bencana.
BMKG menekankan pentingnya pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved