Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Modifikasi Cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tri Handoko Seto, menekankan pentingnya pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan.
“Dengan posisi strategisnya saat ini karena keberadaan Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur membutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam pengelolaan bencana hidrometeorologi maupun pengelola sumberdaya air untuk memenuhi kebutuhan air baku" kata Seto, Kamis (21/11).
Sementara itu, Plt. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Endarwin menjelaskan hasil pelaksanaan OMC di berbagai lokasi yang telah memberikan dampak positif di setiap pelaksanaannya. Di Kalimantan Timur, OMC dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang sempat terkendala curah hujan tinggi.
Selama periode bulan Juli hingga September, OMC telah berhasil mengurangi curah hujan dengan tingkat keberhasilan 94%. Dan pelaksanaan OMC yang dilaksanakan secara nonstop 24 jam menjadi yang pertama kalinya di dunia.
Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca, Budi Harsoyo menerangkan dengan peran barunya sebagai regulator penyelenggaraan modifikasi cuaca di Indonesia, BMKG saat ini sedang menyiapkan sejumlah regulasi dan NSPK yang akan mengatur pelaksanaan modifikasi cuaca di Indonesia, khususnya untuk mengelola layanan jasa modifikasi cuaca yang dikerjakan oleh operator modifikasi cuaca swasta yang sudah mulai tumbuh di Indonesia.
"Dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki dan juga semakin meningkatnya permintaan layanan modifikasi cuaca dalam beberapa tahun terakhir, BMKG tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri. Perlu dukungan dari operator modifikasi cuaca, agar manfaat modifikasi cuaca dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur melalui sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan FGD ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan OMC telah berperan besar dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Kalimantan Timur, termasuk mendukung pengisian Waduk Sepaku dan percepatan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara.
"Kami berharap teknologi ini dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan bencana dan pengelolaan sumber daya air di daerah kami," jelasnya. (Z-9)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved