Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BALI, sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia, kini tidak hanya dikenal sebagai tempat liburan yang memikat, tetapi juga sebagai pusat investasi yang berkembang pesat, terutama dalam sektor properti.
Pariwisata yang terus berkembang di Pulau Dewata ternyata turut memberikan dampak positif yang signifikan bagi berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor properti yang diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan.
Pasar properti Bali, baik untuk hunian maupun komersial, tengah menunjukkan tren yang menguntungkan. Seiring dengan lonjakan jumlah wisatawan, permintaan terhadap akomodasi, hotel, dan vila-vila mewah semakin meningkat.
Ini tidak hanya mendorong sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembang properti yang berinvestasi di Bali.
Para pengembang optimistis bahwa peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi asing akan terus mendorong harga properti di Bali.
Founder dan CEO OXO Group Indonesia Johannes Weissenbaeck menjelaskan bahwa Bali kini telah menjadi destinasi investasi properti yang sangat populer, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia.
"Meskipun ada tantangan dalam hal regulasi dan lingkungan, daya tarik Bali sebagai tujuan wisata tetap menjadi faktor utama yang mendorong permintaan properti, baik dari wisatawan domestik maupun investor global," ujarnya.
Data terbaru dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan angka yang menggembirakan mengenai kedatangan wisatawan asing.
Pada delapan bulan pertama tahun 2024, Bali telah menerima 4,47 juta wisatawan asing, yang menunjukkan kenaikan sebesar 22,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Wisatawan yang paling banyak berkunjung berasal dari Australia, diikuti oleh India, China, Britania Raya, dan Korea Selatan.
Peningkatan jumlah kedatangan wisatawan ini memperkuat posisi Bali sebagai salah satu tujuan utama wisata global dan semakin memperkuat permintaan terhadap berbagai fasilitas, termasuk hunian jangka panjang dan akomodasi komersial.
Kondisi ini menjadi peluang besar bagi sektor properti yang terkait langsung dengan sektor pariwisata, seperti vila, hotel, dan apartemen.
Tren positif ini tercermin pula dalam data yang disampaikan oleh REID (Realinfo.id), yang menunjukkan bahwa harga properti di Bali meningkat rata-rata 7% setiap tahun selama lima tahun terakhir.
Peningkatan harga ini menunjukkan adanya permintaan yang terus tumbuh dari investor domestik dan internasional yang melihat Bali sebagai tempat yang ideal untuk berinvestasi.
Kombinasi antara industri pariwisata yang berkembang pesat dan optimisme pengembang properti ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. P
ariwisata memberikan pasar yang luas bagi sektor properti, sementara sektor properti menyediakan infrastruktur yang mendukung sektor pariwisata.
Namun, meskipun pasar properti Bali terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi kebijakan pembangunan dan investasi properti.
Selain itu, masalah lingkungan, seperti kerusakan alam dan over-tourism, juga menjadi perhatian yang perlu ditangani dengan bijaksana agar sektor pariwisata dan properti dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Di sisi lain, peluang untuk investasi properti di Bali tetap terbuka lebar, terutama dengan semakin banyaknya pengunjung internasional yang mencari tempat tinggal atau akomodasi jangka panjang.
Pengembangan properti yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta penyelarasan antara pariwisata dan pembangunan properti, akan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi Bali sebagai destinasi investasi.
Industri pariwisata yang terus berkembang di Bali tidak hanya memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata itu sendiri, tetapi juga untuk sektor-sektor terkait lainnya, terutama properti.
Pengembangan properti yang sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan dan peningkatan investasi asing di Bali akan terus mendongkrak perekonomian dan menciptakan peluang bisnis yang luas bagi pengembang properti.
Para investor dan pengembang yang cerdas dapat melihat Bali sebagai tempat yang penuh potensi, meskipun harus tetap memperhatikan tantangan-tantangan yang ada. (Z-10)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menggandeng PT Arena Pacu Nusantara (Sarga Land) dan Euro Asia Management untuk memperluas sektor pariwisata.
Industri pariwisata Bali mulai bergeser ke arah keberlanjutan, menghadirkan tren baru eco-travel yang menekankan harmoni antara alam, budaya, dan wisata.
Taiwan mengincar potensi wisatawan dari kalangan generasi muda Indonesia.
Pada 18-25 Agustus, rombongan perwakilan pariwisata Taiwan akan berkunjung ke Bandung dan Jakarta untuk mempromosikan daya tarik baru pariwisata Taiwan.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menyepakati langkah strategis untuk mempercepat pengembangan Belitung sebagai destinasi pariwisata internasional
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut Festival Pacu Jalur sebagai ikon keberhasilan wisata Tanah Air yang dikenal oleh dunia.
Xapiens berkomitmen menghadirkan solusi dan peluang kolaborasi di indutri teknologi.
Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor industri tekstil mencapai Rp5,40 triliun, menyerap 1.907 tenaga kerja tambahan, dan menjaga total lapangan kerja pada angka 3,76 juta orang.
Fokusnya bukan hanya menjual produk, tetapi membangun pengalaman tidur sehat melalui bahan bebas logam berat, desain ergonomis, dan inovasi berkelanjutan.
Perkuat Pasar Indonesia, Cognex Hadirkan Pusat Layanan & Demo Teknologi di Bekasi
Pabrik ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menjadi pusat inovasi industri gula yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
SINERGI antara teknologi dan kesadaran kolektif industri dalam menghadapi tantangan krisis energi dan perubahan iklim dinilai penting.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved