Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta menggelar pelatihan pengolahan limbah organik pertanian menjadi pupuk organic cair dan penggunaan alat penyiraman otomatis. Tim Hibah PKM ini merupakan bentuk kolaborasi dosen UHAMKA di dua Program Studi (Prodi) yaitu Agus Pambudi Dharma, M.Si (Ketua Tim) dan Dra. Maryanti Setyaningsih, M.Si (Anggota Tim) dari Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Rosalina, M.T (Anggota Tim) dari Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri dan Informasi.
Kegiatan pelatihan ini pelaksanaan hibah PKM 2024 yang didanai Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Ditjen Dikti Kemendikbud-Ristek didukung LPPMP (Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi) Uhamka.
Adapun kegiatan pelatihan telah digelar dua kali pada 4 Oktober dan 20 Oktober 2024 lalu pada Kelompok Tani Gede Harepan di Desa Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ketua Tim Hibah PKM Uhamka 2024 Agus Pambudi Darma mengutarakan melalui kegiatan pelatihan sistem penyiraman tanaman hortikultura dapat bermanfaat bagi para petani sehingga perekonomian petani di Desa Gekbrong, Cianjur diharapkan dapat meningkat.
"Diharapkan juga dapat mengurangi limbah organik dari sisa panen pertanian dan sisa limbah organik domestik rumah tangga," ungkap Agus.
Agus mengutarakan saat ini anggota kelompok masih banyak yang menggunakan penyiraman secara manual oleh pekerja sehingga waktu yang dibutuhkan dalam proses penyiraman tanaman cukup lama, membutuhkan ongkos bayar pekerja cukup mahal per orang dengan membiayai Rp50.000 per hari dan pemakaian air tidak terkontrol.
Tim PKM Uhamka ini membuat sistem penyiraman tanaman hortikultura secara otomatis berbasis panel surya sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan mengurangi ongkos produksi bagi mitra.
Anggota Tim PKM Uhamka Maryanti menambahkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Gekbrong bekerja sebagai petani dengan menanam tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, paprika, seledri, kol dan jagung. Sisa panen petani langsung dibuang secara langsung ke kebun sehingga perlu dilakukan pengolahan yang benar dan aman, salah satunya dengan pembuatan pupuk organik cair.
"Pupuk ini dapat membantu menjaga keberlanjutan sumber daya tanah, mengurangi erosi, dan meminimalkan dampak negatif pada lingkungan," ujar Maryanti.
Sementara itu, pegiat lingkungan Sigit yang turut hadir menjelaskan proses pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan mencampurkan satu tutup botol EM4 + 1 kg molase dengan beberapa liter air yang kemudian didiamkan selama 12 jam sampai 1 harian agar dapat mengaktivasi atau menghidupkan bakteri baiknya.
Setelah itu, limbah organik dicacah kecil dan dimasukkan ke dalam tong plastik, serta disemprotkan larutan EM4. "Tetesan limbah organik yang tertampung di bagian bawah tong dapat dijadikan pupuk organic cair," ungkap Sigit
Uden Suherlan selaku Ketua Kelompok Tani Gede Harepan memberikan apresiasi tim PKM Uhamka yang memberikan ilmu dan penerapan teknologi sistem penyiraman tanaman hortikultura secara otomatis berbasis panel surya dan pupuk organik cair sehingga dapat membantu kelompok tani dalam meningkatkan pengetahuan dan produktivitas hasil panennya. (H-2)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved