Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGIN kencang yang melanda Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sepekan terakhir menyebabkan pesawat Wings Air batal terbang menuju Bandara El Tari Kupang, Selasa (22/10). Pembatalan penerbangan pesawat yang dijadwalkan terbang dari Bandara Wunopito Lewoleba menuju Bandara El Tari Kupang itu diundur hingga batas waktu yang tak ditentukan.
Padahal, pesawat Wings Air tersebut dijadwalkan take off dari Bandara Wunopito, Lewoleba, pukul 09.55 Wita. Namun, hingga pukul 13.03 Wita, pesawat belum diperbolehkan terbang.
Sejumlah penumpang di Bandara Wunopito, Lewoleba, kepada Media Indonesia membenarkan adanya pengumuman penerbangan pesawat Lewoleba-Kupang diundur karena angin kencang.
"Angin kencang sekali. Kami belum bisa jalan. Update komunikasi dengan pilot di lakukan setiap 30 menit, berharap cuaca segera membaik," ujar salah seorang penumpang.
Pengunduran jadwal terbang pesawat itu berdampak bergesernya jadwal terbang bagi penumpang lanjutan.
Pantauan Media Indonesia, sejak sepekan belakangan angin kencang terus melanda Kota Lewoleba dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah baliho yang dipasang dalam masa kampanye Pilkada 2024 pun bertumbangan. Kini angin kencang mulai mengganggu penerbangan. (PT/J-3)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved