Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengintegrasikan sejumlah desa dalam paket wisata Pantura Etno Trip. Upaya itu untuk mengembangkan pariwisata dengan potensi unggulan yang ada di wilayah pesisir Lamongan.
"Ini ikhtiar Pemkab Lamongan untuk mengembangkan potensi wisata desa agar mampu meningkatkan perekonomian kawasan pesisir, " kata Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, Jumat (4/10).
Menurut dia, ada sejumlah desa yang tergabung dalam Pantura Etno Trip tersbut. Antara lain, Wisata Edukasi Sendangagung (WES), Desa Wisata Sendangduwur, Pemandian air hangat Desa Kranji, Makam Sunan Drajat di Desa Drajat, Gunung Dono, Desa Kemantren, serta Pantai Putri Klayar Desa Sidokelar.
Baca juga : 13 UMKM Lamongan Tampil di Jatim Fest 2024
Semuanya berlokasi di wilayah Kecamatan Paciran. Sugeng menjelaskan, Pantura Etno Trip ini juga sudah di-launching oleh PLt Bupati Abdul Rouf di Watungkal Edupark Sendangagung, Sabtu (28/9).
Paket wisata tersebut, lanjut Sugeng, terhubung antara beberapa desa wisata yang ada di wilayah pesisir pantura. Launching ini juga bersamaan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia 204 (World Tourism Day).
Pantura Etno Trip sendiri merupakan hasil inovasi dari program prioritas gerakan membangun pariwisata ramah dan terintegrasi (Ramasinta). Program ini bertujuan mengembangkan pariwisata terintegrasi dengan potensi-potensi unggulan yang ada di wilayah Lamongan.
Baca juga : Hari Pariwisata Dunia, Daftar Destinasi Wisata Berbasis Sustainable Tourism di Indonesia
Selain itu juga ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi wisatawan serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Dengan paket wisata sejumlah desaitu diharapkan pada masa mendatang pengembangan pariwisata terintegrasi dengan potensi unggulan daerah.
"Dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disemua sektor,” tambah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamongan Abdul Rouf.
Menurut dia, pembangunan konsep pariwisata di Lamongan digencarkan, karena perkembangan sektor pariwisata akan mendorong perkembangan sektor lainnya. Terutama, sektor ekonomi, pertanian, perindustrian, perhotelan, akomodasi, serta sektor jasa lainnya.
“Kita ketahui bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi alam yang sangat beragam dan memiliki nilai jual yang tinggi. Yangmana jika terus dikembangkan akan menjadi potensi wisata yang menarik, mulai dari alam, cagar budaya, seni budaya, kuliner, produk ekonomi kreatif,” pungkas Abdul Rouf.(N-2)
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved