Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR pariwisata sangat potensial untuk menambah pendapatan masyarakat serta meningkatkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota tim ahli Pusat Studi Pariwisata UGM, Destha Titi Raharjana mengatakan, Kabupaten Sikka mempunyai kekuatan untuk menahan lama tinggal wisatawan karena memiliki pesona budaya dan alam yang beragam dan masih natural.
“Sayangnya, pariwisata di sini (Sikka) masih menghadapi sejumlah kendala dalam pemasarannya,” papar dia dalam siaran pers dari Humas UGM, Sabtu, (10/8).
Berbagai permasalahan yang dihadapi antara lain, pertama ketersediaan moda transportasi udara masih terbatas. Jadwal penerbagangan menuju dan dari Sikka belum mendapat kepastian di setiap harinya.
Baca juga : Kapal Pesiar yang Bawa Turis Asing Singgah di Sikka
“Sampai saat ini penerbangan masih tergantung dari Labuan Bajo-Manggarai Barat,” terangnya.
Kedua, jarak tempuh perjalanan menuju ke Sikka memerlukan waktu lebih lama. Ketiga, dari sisi promosi, khususnya lewat pendekatan POSE (Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorse) masih belum serius dan mendapat dukungan fasilitas yang memadai.
Belum lagi SDM yang inovatif, dan terbatasnya anggaran untuk ini.
Baca juga : Anggota DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif di Sikka Tonjolkan Narasi Destinasi Wisata
“Keempat, pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran meski sudah dijalankan namun demikian up-dating dan pengemasan promosi lainnya belum banyak dilakukan,” imbuh Desta.
Peneliti Puspar yang lain, Wijaya menyampaikan, hasil analisis yang dilakukan Puspar UGM terkait daya tarik wisata mencatat sebanyak 126 objek tersebar di 21 kecamatan. Kecamatan Waigete memiliki jumlah objek daya tarik wisata terbanyak, yaitu 12 objek, diikuti Kecamatan Palue, Alok Timur, dan Kecamatan Magepanda masing-masing 10 objek.
"Kecamatan dengan jumlah daya tarik wisata paling sedikit, yaitu Kecamatan Mapitara dan Kecamatan Koting sebanyak 1 objek," terang dia.
Baca juga : Internet untuk Pariwisata Maumere
Daya tarik wisata alam menempati urutan terbanyak, yaitu 73 objek, disusul wisata budaya 47 objek, dan saya tarik wisata buatan sebanyak 6 objek. “Dari 126 daya tarik wisata terdapat 10 daya tarik wisata unggulan berdasarkan Kriteria Penilaian daya tarik wisata,” katanya.
Wijaya menyebutkan beberapa lokasi objek daya tarik wisata yang potensial dikembnagkan diantranya Pulau Koja Doi, Pantai Mini, Bukit Purba, dan Jembatan Batu, Pulau Pangabatang, Pantai Koka, Sanggar Budaya Bliran Sina, Sanggar Budaya Lepo Lorun, Tanjung Kajuwulu, Wisata Alam Egon, Pulau Babi, Sanggar Budaya Doka Tana Tawa, dan Pantai Paga.
Asisten peneliti Puspar UGM, Ika Racmadhani Kurniawan menambahkan, dari analisis kewilayahan pariwisata yang dilakukan Pusat Studi Pariwisata UGM mengusulkan empat Destinasi Pariwisata Kabupaten (DPK), tiga Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten (KPPK), dan tujuh Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK).
Baca juga : Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, Warga Sikka Dilanda Hujan Abu Vulkanik
Ketujuh KSPK Sikka adalah Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere dan sekitarnya, Kajuwulu-Magepanda dan sekitarnya, Kota Maumere dan sekitarnya, Egon-Blidit dan sekitarnya, Nita-Nelle dan sekitarnya, Kojowair-Umauta dan sekitarnya, dan Koka-Paga dan sekitarnya.
Temuan tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Sikka dalam Ekspos Akhir Penyusunan Dokumen Reviu Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sikka yang merupakan hasil kerja sama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka dengan Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Selasa (6/8) di Aula Bapperida Pemkab Sikka.
Belum Mampu Bersaing
Salah seorang pelaku wisata lokal Dominggus mengakui, beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Sikka tampaknya belum mampu bersaing dengan destinasi lainnya. Menurutnya, sulit bagi Sikka untuk bersaing dengan Labuan Bajo karena statusnya sebagai destinasi super premium yang mendapat sokongan anggaran besar dari pemerintah.
“Pembangunan pariwisata Labuan Bajo berskala besar berbasis infrastruktur telah meminggirkan budaya lokal disana. Karenanya kita berusaha agar Sikka harus menjadi antitesis dari Labuan Bajo dan menempatkan budaya sebagai kekuatan yang tidak dimiliki kabupaten sekitarnya,” terang dia.
(Z-9)
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
KBRI Warsawa bekerja sama dengan ASITA menghadirkan 21 pelaku industri (sellers) asal Indonesia, mulai dari operator tur hingga perwakilan hotel dari destinasi unggulan.
Kunjungan wisatawan NTT naik 30%! Palapa Ring Timur untuk dukung konektivitas Kupang-Waingapu-Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved