Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Para petani lahan rawa di Kalimantan Selatan mengalami keterlambatan tanam padi menyusul masih tingginya debit air di kawasan rawa. Kondisi itu terjadi karena adanya pengaruh musim kemarau basah. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara, luas tanam hingga awal Agustus baru sluas 7.600 hektare dari target tanam 2024 seluas 14.000 hektare.
"Sebagian petani mengalami terlambat tanam. Seharusnya musim tanam di lahan rawa sudah dimulai akhir Mei hingga Juni. Tahun ini baru di bulan Juli petani bisa tanam, itu pun baru sebagian," ungkap petugas Balai Penyuluh Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, Fadil, Selasa (6/8).
Keterlambatan tanam juga dialami para petani lahan rawa di kabupaten lain seperti Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Barito Kuala. "Kami berharap kemarau lebih lama karena sebagian lahan baru bisa ditanam. Air masih dalam," kata Bakeri, pengurus Serikat Petani Indonesia (SPI) Hulu Sungai Selatan.
Baca juga : Indramayu Mulai Masuk Kemarau Pola Tanam Disesuaikan
Jika musim penghujan terjadi pada Oktober dan November, dipastikan banyak petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen. Pasalnya, saat musim hujan tiba, lahan pertanian di lahan rawa akan terendam.
Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPKP) Kalsel mencatat luas lahan rawa pasang surut di Kalsel mencapai 186 ribu hektare dan lahan rawa lebak mencapai 137 ribu hektare. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut ada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Tapin seluas 154 ribu hektare.
Sedangkan lahan rawa lebak ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin dengan luas pemanfaatan 88 ribu hektare. (Z-11)
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Musim tanam gadu yang berlangsung antara Mei hingga Agustus memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan pentingnya sistem irigasi yang andal sebagai salah satu kunci utama peningkatan produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.
PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) membantu para petani mengolah lahan rawa yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.
Program cetak sawah menjadi salah satu senjata untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Program tersebut merupakan solusi nyata menjaga ketahanan pangan.
Indonesia mempunyai lahan rawa yang kedalamannya di bawah 60 cm dari Sabang sampai Merauke berada di angka kurang lebih 32 juta hektare.
Inti pertemuan keduanya ialah penguatan kerja sama antara Indonesia dan Vietnam dalam pengembangkan pertanian padi di lahan rawa, khususnya varietas bibit padi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved