Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyalurkan air bersih untuk daerah yang dilanda kekeringan di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), kemarin.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebutkan, berdasarkan catatan BPBD, sudah ada satu kelurahan yang melaporkan mengalami krisis air bersih, yaitu Kelurahan Pengambilan, Kecamatan Lubuk Begalung Nan XX.
Menindaklajuti hal itu, BPBD bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan.
Baca juga : BPBD: Warga Terdampak Kemarau di Cilacap Capai 7.508 Jiwa
"Hari ini kita menyuplai air bersih untuk warga di Jalan Bhakti Abri RW 18 Kelurahan Pengambiran, Kecamatan Lubuk Begalung Nan XX, Kota Padang," ungkapnya.
"Hal ini akan terus berlanjut apabila hujan belum turun, dan untuk kebutuhan airnya kita bekerja sama dengan PDAM. Untuk menyuplai kebutuhan air bersih tersebut, BPBD menggunakan mobil tangki," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa satu trip suplai air ada sekitar 5.000 liter. Pihaknya mendapatkan suplai air dari PDAM Kota Padang dan pada hari ini total yang sudah disuplai sebanyak 10.000 liter air bersih untuk sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang menerima air bersih.
Krisis air yang dialami warga, jelas Hendri Zulviton, karena mata air di daerah tersebut mengering dan juga pipa Pamsimas sementara tidak mengalir. Mata air dan Pamsimas merupakan satu-satunya sumber air bersih bagi warga yang tinggal di daerah tersebut.
"Peristiwa ini merupakan hal lumrah yang terjadi setiap musim kemarau melanda Kota Padang. Menurut data kami di BPBD Kota Padang, krisis air bersih yang paling banyak kami suplai terjadi sekitar 2018. Saat itu, kami menyuplai air bersih kepada warga selama tiga bulan. Begitu juga pada hari ini, kami akan suplai air bersih sesuai kebutuhan dan permintaan warga," jelasnya. (YH)
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan penambalan jalan ini telah menyasar beberapa lokasi strategis dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved