Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini diprediksi tidak akan setinggi pada tahun 2023. Hal itu karena tahun ini, el nino mulai beralih ke fase netral.
“Diperkirakan kebakaran hutan dan lahan akan jauh lebih rendah dari yang terjadi pada tahun 2023. Hal tersebut terjadi karena pada tahun 2023 hadir el-nino sementara pada tahun 2024 ini akan berada pada fase el nino Lemah - moderat di awal tahun 2024 kemudian selanjutnya hingga akhir tahun 2024 diprediksikan berada pada fase netral,” kata Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo saat dihubungi, Selasa (16/7).
Menurut Bambang, berdasarkan data Sipongi KLHK, pada 2019 di mana terjadi el nino, luas lahan yang terbakar adalah sekitar 1.649.258,00 hektare, dan emisi yang dihasilkan 624.163.985,00 Ton CO2-e. Sementara itu pada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2023 dimana El-Nino hadir maka yang terbakar sekitar 1.161.192,90 hektare dan emisi yang dihasilkan sekitar 182.714.438,00 Ton CO2-e.
Baca juga : KLHK Perkuat Antisipasi Karhutla di Wilayah Pegunungan
Lalu pada Pada tahun 2024 hingga bulan Juli 2024 kebakaran hutan dan lahan yang terbakar sekitar 47.282,40 hektare dan emisi yang dihasilkan 7.096.483,00 Ton CO2-e.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2024 hingga bulan Juni terluas adalah di Provinsi Kalimantan Timur 13.225,13 hektare, lalu NTT 7.173,66 hektare, NTB 4.901,70 hektare, Riau 4.249,71 hektare dan Provinsi Aceh 3.094,60 hektare.
Sejalan dengan itu, KLHK telah mencatat penurunan signifikan dalam luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode Januari hingga Juni 2024 dibanding tahun sebelumnya. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Thomas Nifinluri mengungkapkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, maka luas karhutla mengalami penurunan sebesar 3.719,9 hektareatau sekitar 7,2%.
Baca juga : Luas Karhutla di Indonesia Turun 7,2 Persen di Semester I 2024
“Pada tahun 2024, luas karhutla tercatat sebesar 47.282,37 hektar, yang terdiri dari 5.919,93 hektar lahan gambut dan 41.362,44 hektar lahan mineral,” kata Thomas.
Meskipun luas karhutla menurun, lanjut dia, jumlah hotspot justru menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data dari Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan tingkat kepercayaan tinggi, jumlah hotspot pada periode 1 Januari hingga 15 Juli 2024 meningkat sebanyak 60 titik atau 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Pada tahun 2024, terdeteksi 756 titik hotspot, sementara pada tahun 2023 terdapat 696 titik.
Untuk itu, KLHK bersama dengan berbagai pihak terus gencar melakukan langkah pencegahan di berbagai daerah. Adapun, wilayah prioritas pengendalian karhutla ditetapkan berdasarkan status siaga bencana yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
“Hingga saat ini, Provinsi Riau dan Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga bencana. Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai kegiatan pencegahan karhutla di provinsi-provinsi rawan lainnya seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut meliputi patroli terpadu, patroli mandiri, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), sosialisasi, dan kampanye pencegahan karhutla,” beber dia. (Ata)
Petugas Damkar Jakarta Utara padamkan kebakaran bak air PAM Jaya di Pluit akibat pengelasan filter air. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved