Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BIDANG Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatra Barat (Sumbar) memeriksa puluhan anggota dalam kasus meninggalnya remaja 13 tahun Afif Maulana di Padang. Pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidak pelanggaran anggota dalam kasus ini.
"Iya propam sedang memeriksa anggota Polri," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistyawan kepada Medcom.id, Kamis (27/6).
Dwi mengatakan polisi yang telah diperiksa terdiri atas anggota Polresta Padang dan Polda Sumbar.
Baca juga : LPSK Proses Permohonan Perlindungan Enam Saksi Kasus Tewasnya Afif
"Sampai saat ini sudah 39 anggota (diperiksa)," ungkap Dwi.
Pemeriksaan akan terus dilakukan. Nantinya Polda Sumbar akan menyampaikan kesimpulan hasil pemeriksaan ada atau tidak kelalaian anggota dalam peristiwa tersebut.
Namun, sejauh ini Polda Sumbar berkeyakinan Afif Maulana tewas bukan karena dianiaya anggota polisi. Dugaan Afif tewas akibat penganiayaan oleh aparat ini sempat beredar di media sosial (medsos).
Baca juga : Saksi Kasus Bocah Tewas Diduga Dianiaya Polisi Datangi LPSK
"Sampai saat ini hasil penyelidikan masih menyimpulkan bahwa korban meninggal bukan karena disiksa, tapi karena meloncat dari atas jembatan," ujar eks Kapolres Sijunjung itu.
Berdasarkan keterangan Kapolda Sumbar Irjen Suharyono, peristiwa ini bermula saat 30 personel Polda Sumbar berpatroli untuk mencegah tawuran pemuda di Padang pada Minggu dini hari, 9 Juni 2024. Kemudian, polisi menemukan sejumlah remaja yang diduga hendak tawuran sekitar 100 meter dari Jembatan Kuranji, Jalan Bypass Kilometer 9, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji.
Aparat mencegat satu rombongan remaja yang diduga hendak pergi ke lokasi tawuran. Afif salah satu remaja yang berada dalam rombongan itu. Polisi kemudian menangkap 18 remaja di lokasi tersebut.
Baca juga : Kasus Tawuran, Polda Sumbar Yakin Afif Maulana Tewas bukan akibat Disiksa
Polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam berserakan di jalan. Sementara itu, para pemuda yang ditangkap dibawa ke Polsek Kuranji lalu digelandang ke Polresta Padang dan terakhir dibawa ke Polda Sumbar.
Seorang remaja ditahan karena kedapatan memegang senjata tajam. Sedangkan, 17 orang lainnya dipulangkan. Kemudian, mayat Afif Maulana ditemukan di bawah Jembatan Sungai Kuranji pada siang harinya, tepatnya pukul 11.55 WIB.
Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani mengatakan Afif meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh anggota polisi. Afif dan rekannya A berada di jembatan aliran Batang Kuranji mengendarai sepeda motor menuju utara.
Baca juga : LBH Padang Laporkan Kasus Dugaan Penganiayaan Anak hingga Tewas
Mereka kemudian dihampiri polisi yang sedang melakukan patroli menggunakan motor dinas berjenis KLX. Indira mengatakan anggota polisi itu menendang kendara AM dan A hingga jatuh terpelanting ke bagian kiri jalan.
Selain itu, kata dia, A saat ditangkap melihat Afif sempat berdiri dan dikelilingi anggota polisi yang memegang rotan. Semenjak itu, A tidak pernah lagi melihat Afif.
Menurutnya, luka lebam di tubuh Afif menurutnya diakibatkan oleh penganiayaan dan penyiksaan. Luka lebam tersebut tidak disebabkan karena jatuh melompat dari jembatan.
Indira menambahkan ada korban lain yang juga mengalami kekerasan dan penyiksaan polisi. LBH Padang sudah meminta keterangan dan mendokumentasi luka yang dialami para korban.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menerima permohonan perlindungan yang diajukan enam saksi kasus tewasnya Afif. Permohonan perlindungan itu diajukan oleh tim LBH Padang ke LPSK. (Yon/P-5)
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan penambalan jalan ini telah menyasar beberapa lokasi strategis dalam beberapa hari terakhir.
Upaya pemulihan ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah lain yang terdampak bencana.
Syaiful enggan merinci proses penyelidikan yang dilakukan. Ia juga tak menjawab soal apakah ada rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melacak pelaku.
Selama menjalankan misi kemanusiaan, tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan bagi warga terdampak.
Bantuan ini menjadi komitmen BUMN sektor kesehatan itu untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses perlindungan kesehatan dasar pada fase darurat bencana.
. Hujan deras yang melanda daerah tersebut selama tiga hari menyebabkan Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Gawan meluap.
Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada 3 April 2025 pukul 07:12 WIB
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyebut Festival Durian di Solok menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi lokal ke masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved