Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL calon wali kota Sorong, Abner Reinal Jitmau, mengungguli 7 bakal calon lain yang sudah mendaftar ke sejumlah partai politik. Dengan elektabilitas 14,0%, Abner dipepet ketat kompetitor terberatnya, Petronale Kambuaya dengan 13,0%.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA melakukan survei terkait preferensi pemilih Kota Sorong terhadap sejumlah calon wali kota, yang akan berkontestasi pada Pilkada November 2024 mendatang. Hasil survei dipaparkan ke media pada , Kamis (13/6).
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan, Abner Reinal Jitmau berada di posisi teratas dengan 14,0%. Berikutnya secara berturut-turut Petronale Kambuaya (13,0%), Aguste Sagrim (12%), Septinus Lobat (10%), Ferdinan Risamasu (6,3%), Barbalina Osok (2,7%), Dance Sangkek (2,0%) dan Silas Onge Kalami (2,0%).
Baca juga : Putusan MA Sebaiknya Diabaikan
Survei dilakukan pada 21-30 Mei 2024 dengan metode multistage random sampling, melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terhadap 300 responden dengan margin of error 5,8%.
“Meski Abner Jitmau sudah mengungguli 7 kandidat lainnya, secara elektabilitas belum masuk kategori aman. Ia masih harus bekerja ekstra menaikkan posisi elektabilitasnya lebih tinggi lagi,” kata Toto.
Dijelaskannya, tiga kandidat di bawah Abner jarak elektabilitasnya masing-masing masih dalam margin of error. Mereka berpotensi menyalip Abner. Hal ini, antara lain, karena jarak elektabilitas masing-masing kandidat masih dalam margin of error.
“Kalau dilihat dari margin of error yang 5,8%, sebenarnya belum bisa disimpulkan siapa pemenangnya. Meskipun, kalau bicara peluang, Pak Abner lebih berpotensi untuk menang karena tingkat pengenalannya yang masih rendah, sementara kesukaannya cukup tinggi,” kata Toto.
Baca juga : Pilwakot Bogor 2024 Dinamis, Berpotensi Tercipta 4 Poros Koalisi Parpol
Berdasar pengalaman survei LSI Denny JA, menurut Toto, kandidat yang berkategori moncer idealnya berbanding lurus antara pengenalan dan kesukaan.
“Dalam arti, rata-rata orang kenal mengaku suka. Yang bahaya adalah kandidat yang berkategori pengenalan tinggi tapi kesukaan rendah,” ungkapnya.
Menurut Toto, masih lumayan kandidat yang pengenalan masih rendah tapi kesukaan tinggi. Ini biasanya masuk juga dalam kategori “barang bagus” untuk dipasarkan dan dipilih.
Baca juga : Erlangga Yudha Nugraha Maju Pilkada Kota Tangerang
“Tinggal PR besarnya bagaimana kandidat seperti itu mendongkrak pengenalan lebih masif, karena bahan untuk disukai dan dipilihnya kuat,” papar Toto.
Dari catatan hasil survei LSI Denny JA di Kota Sorong, Abner yang juga anggota DPRD dari PDIP itu masuk kategori kandidat yang masih bisa mendongkrak pengenalannya.
Tingkat pengenalan Abner baru 57,3%. Angka ini kalah dengan pengenalan terhadap Petronale yang sudah dikenal mencapai 7%.
“Ini artinya, kalau Pak Abner bisa mendongkrak pengenalan sampai 80%, apalagi 90%, elektabilitasnya sangat potensial meninggalkan jauh kandidat lain, karena sudah punya bekal kesukaan yang cukup tinggi, 66%. Apalagi, dari data survei itu, ada soft supporter yang sering disebut lahan tak bertuan cukup tinggi, yaitu 51%,” ungkap Toto. (H-2)
Kota Sorong, Papua Barat Daya, diproyeksikan segera memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) untuk mendukung pengujian program kesehatan nasional.
Wakil Wali Kota menekankan, setiap ASN memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pemberian insentif transportasi kepada 806 kader Posyandu dari 111 Posyandu, ditujukan untuk mendorong penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Materi Latsar menjadi kompas dalam melakukan pelayanan dan pengabdian kepada Pemerintah Kota Sorong dan masyarakat.
Tahun 2026 BPBD Kota Sorong mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan kapasitas forum tersebut.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya untuk memajukan sektor pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved