Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menyatakan mayoritas pemudik merasa puas dengan kinerja polisi dalam menjaga keamanan dan menjamin kelancaran arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah.
“Sebanyak 84,1 persen responden menyatakan puas pada kinerja polisi dalam menjaga keamanan arus mudik dan 82,5 persen puas pada upaya kepolisian untuk menjamin kelancaran arus mudik,” ucap Manager Research KedaiKOPI Ashma dalam keterangan tertulis, Minggu (28/4)
Ashma dalam survey tersebut, angka kepuasan itu sebagai apresiasi masyarakat kepada aparat kepolisian lalu lintas menjaga kondusivitas mudik pada Lebaran tahun ini.
Baca juga : Dukung Program Mudik Gratis BUMN, ASDP Layani 800 Orang Pemudik di 3 Lintasan
“Hasil ini sebetulnya mengapresiasi polantas dalam menjaga kelancaran dan keamanan mudik, meski masih ada satu-dua kejadian imbas dari kebijakan pengaturan jalan yang banyak disiarkan oleh media kemarin,” katanya.
Selain itu, survei juga menemukan bahwa 60,1 persen responden mengaku puas terhadap sistem rekayasa lalu lintas, seperti pengaturan jalur satu arah (one-way) dan sistem lajur pasang surut (contra-flow).
“ada juga 79,8 persen juga mengaku puas ketersediaan rambu lalu lintas, termasuk penunjuk jalan yang cukup dan jelas. Walau masih ada PR (pekerjaan rumah) dalam menjaga kondisi jalan yang mulus dan menyediakan lampu penerangan jalan," imbuh dia.
Baca juga : Kendaraan Menuju Puncak Dialihkan ke Bogor
Di samping itu, survei bertajuk Perilaku dan Kebiasaan Mudik Lebaran 2024 ini juga menemukan bahwa 67,4 persen responden mengaku puas akan kepatuhan pengendara lain.
“Artinya, ada indikasi bahwa masih ada pemudik yang berkendara dengan tidak aman dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi pemudik lain,” imbuh Ashma.
Sementara Communication Specialist KedaiKOPI Bintang mengatakan bahwa Survei Perilaku dan Kebiasaan Mudik Lebaran 2024 merupakan permulaan dari rangkaian riset sosial yang akan dilakukan oleh KedaiKOPI ke depannya.
“Survei ini adalah awal dari serangkaian kegiatan penelitian sosial yang akan dilakukan secara berkala. Sesuai namanya, Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia akan menangkap opini publik terhadap isu-isu yang sedang berkembang,” tutur Bintang.
Survei Perilaku dan Kebiasaan Mudik Lebaran 2024 dilakukan pada 13–18 April 2024 dengan metode pengambilan data Computerized Assisted Self-Interview (CASI). Survei diikuti oleh 1.126 responden, sementara populasi responden adalah pemudik dengan rentang usia 17–55 tahun. (Z-6)
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 829.223 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama dan Kalihurip Utama,
Pada arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026, 19–22 Desember 2025, tercatat 2.823 sepeda motor dan 7.489 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.
PT Pelni Sorong mencatat arus liburan dan mudik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2025, puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 dengan 50.576 penumpang dan 324 penerbangan.
Angka ini merupakan akumulasi dari ruas operasional yang terpantau sejak 21 Maret hingga 10 April 2025 serta ruas fungsional yang beroperasi mulai 24 Maret hingga 10 April 2025.
PT Jasa Marga Tbk menutup operasi Satuan Tugas (Satgas) Jasa Marga Siaga Operasional Idul Fitri 1446 H/2025 yang memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KASUS Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, serta perlakuan intimidatif terhadap penjual es gabus karena pemahaman keliru jiwa korsa di tubuh kepolisian dianggap pemicu arogansi aparat.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved